26, November 2020

Berita Terkini

Bersama Membangun Bangsa-Kritis, Faktual dan Independen

TOLAK PASAL-PASAL YANG MERUGIKAN BURUH DENGAN CARA SANTUN, F.SP.BALI INGINKAN JUDICIAL REVIEW UU OMNIBUS LOW.

2 min read

DENPASAR, WWW.BERITATERKINI.CO.ID,
Meskipun di berbagai daerah termasuk di Bali sendiri masih bergulir aksi demo penolakan UU Omnibus Low,namun tidak demikian halnya dengan Federasi Serikat Pekerja Bali yang membawahi puluhan PUK di kabupaten/kota di Bali.

Organisasi yang beranggotakan pekerja di bidang pariwisata ini sejak semula memang menolak beberapa pasal yang jelas-jelas akan mengebiri hak-hak pekerja dengan menyurati DPR RI di awal Oktober lalu dan tidak akan ikut melakukan aksi turun ke jalan.

Dan sebagai tindak lanjut komitmen tersebut, pagi hingga siang hari ini (24/10/2020) jajaran pengurus F.SP.Bali kembali mengadakan pertemuan di kantornya dengan mengundang perwakilan pengurus dari masing- masing PUK.

Baca Juga :  KunjunganKerja Ke Surabaya, Ketua Gugus Tugas Nasional Tinjau RS Darurat COVID-19

Dalam rapat terbatas yang dipimpin langsung oleh Ketua DPD,I Putu Semara Kandi,SH. kembali membahas dan saling memberi pemahaman tentang isi pasal-pasal Omnibus Low, khususnya menyangkut klaster Ketenagakerjaan yang hingga saat ini masih beredar isue simpang siur.

Dalam rapat tersebut disimpulkan memang ada beberapa pasal yang cenderung merugikan dan mengurangi hak-hak pekerja, di samping memang diakui ada beberapa pasal yang menguntungkan pekerja.

Saat ditemui di kantornya usai rapat,I Putu Semara Kandi,SH. membeberkan salinan isi pasal demi pasal yang merugikan hak-hak pekerja dan akan berkoordinasi dengan Organisasi Serikat Pekerja yang lain untuk mendesak dilakukan Judicial Review.

Baca Juga :  H. Jamaluddin Pohan Bakal Calon Walikota Sibolga Hadiri Perayaan HUT ke-2 PERKAPSI

Dan saat ditanya pandangannya mengenai aksi demo,Semara Kandi yang juga seorang karyawan di Ramayana Suite And Spa ini mengapresiasi aksi solidaritas buruh yang turun ke jalan, namun dia minta dalam menyalurkan aspirasi harus dengan santun, tidak sampai ada tindakan anarkis yang justru akan menimbulkan masalah baru.

Redaksi : Aj

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *