27, November 2020

Berita Terkini

Bersama Membangun Bangsa-Kritis, Faktual dan Independen

MEREKA ADALAH REGENERASI ORDE BARU YANG MEMPERTAHANKAN KEKAYAAN KELOMPOKNYA DAN TAK INGIN RAKYAT INDONESIA MAJU

6 min read

WWW.BERITATERKINI.CO.ID,
Dengan kejadian demo kemarin dalam rangka menolak Omnibus Law yang sebenarnya digagas sejak jaman SBY Kemudian mereka melakukan demo sebenarnya adalah untuk merencanakan dan membuat Chaos , Kemudian mengapa mereka tidak melakukan protes ketidak- puasan tersebut melalui parlemen?

Jawabannya mudah sekali karena Omnibus Law hanya sebagai alasan untuk menggerakan masa dan membuat pemerintahan chaos.

Mari kita sedikit mereview sedikit apa Itu yang diributkan

Dalam pidato pada Sidang Paripurna MPR RI dalam angka Pelantikan Presiden dan Wapres Terpilih Periode 2019-2024, Presiden Joko Widodo menyebut salah satu hal yang akan dikerjakan dalam periode kedua yakni menyederhanakan regulasi. Pemerintah menurut Presiden Jokowi akan mengajak DPR untuk menerbitkan 2 undang-undang besar yaitu UU Cipta Lapangan Kerja dan UU Pemberdayaan UMKM.

Masing-masing UU tersebut menurut Presiden Jokowi akan menjadi Omnibus Law. “Satu UU yang sekaligus merevisi beberapa UU, bahkan puluhan UU,” ujar Presiden Jokowi pada 20 Oktober 2019 di Jakarta. “Puluhan UU yang menghambat penciptaan lapangan kerja langsung direvisi sekaligus. Puluhan UU yang menghambat pengambangan UMKM juga akan langsung direvisi.”

Ada empat Omnibus Law yang diusulkan pemerintah kepada DPR, yakni RUU Cipta Kerja, Omnibus Law Perpajakan, Omnibus Ibu Kota Baru, dan Omnibus Law Kefarmasian.

Ok Kita langsung ke Omnibus Law RUU Cipta kerja saja.

Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja mencakup 11 klaster, yakni

-Penyederhanaan Perizinan
-Persyaratan Investasi
-Ketenagakerjaan
-Kemudahan, Pemberdayaan, dan Perlindungan UMKM
-Kemudahan Berusaha
-Dukungan Riset dan Inovasi
-Administrasi Pemerintahan
-Pengenaan Sanksi
-Pengadaan Lahan
-Investasi dan Proyek Pemerintah
-Kawasan Ekonomi.

Kedatangan investasi yang terjaring dari adanya RUU Cipta Kerja akan memberikan efek domino berupa terbukanya lapangan kerja baru yang lebih luas. Dengan begitu, angkatan kerja usia muda (produktif) akan memiliki kesempatan besar untuk memperoleh pekerjaan di Indonesia.

Kenaikan arus investasi yang akan terjaring dari pengesahan RUU Cipta Kerja pastinya akan menciptakan lapangan kerja serta memberikan harapan kita semua tentunya supaya angkatan kerja baru dan produktif terserap dengan optimal.

Omnibus Law RUU Cipta Kerja sendiri bukan hanya berbicara tentang investasi asing, tapi juga mengarah pada domestic investment. Dengan RUU Cipta Kerja maka akan memberikan kemudahan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk mendirikan badan usaha, dimana selama ini, UU Perseroan Terbatas (PT) terbilang menyulitkan UMKM untuk berkembang, sehingga nantinya akan semakin membuka peluang pengusaha-pengusaha terutama generasi muda untuk memulai bisnisnya sendiri di dalam negeri.

Berbagai kemudahan yang ditawarkan RUU Cipta kerja, salah satunya terkait kemudahan UMKM menjadi badan usaha yang tidak memerlukan notaris. Selain itu, UMKM dapat menjadi badan usaha hanya dengan satu orang.

Baiklah Kita mulai dengan contoh dan perbandingan yang paling sederhana :

Pada Masa lalu dengan konsep Trilogi Pembangunan pemerintah Orde Baru Trilogi pembangunan terdiri dari 3 ketentuan :
1. Stabilitas Nasional yang dinamis
2. Pertumbuhan Ekonomi Tinggi, dan
3. Pemerataan Pembangunan dan hasil-
hasilnya.

Baca Juga :  Trend Pembelajaran Jarak jauh Berpengaruh Dengan Terjadinya Pernikahan Dini.

Bagaimana kelemahannya dengan UU ketenaga Kerajaan yang lama yang masih mendukung Garis Besar Haluan Negara yang digagas Soeharto .

Untuk Poin pertama Kita Sudah tau dan bagaimana pengaruh stabilitas Nasional menjadi alasan pemerintah Orde Baru untuk membungkam rakyatnya dan mensejahterakan Orang – orang yang dekat dengan penguasa.
Sedangkan point ke 3 pun tak perlu saya uraikan lagi dengan pola konglomerasi yang diakibatkan liberalisasi ekonomi tidak mungkin terjadi Pemerataan dan keadilan sosial Karena ekonomi Akan dikuasai pemodal dan bila si pemodal semakin kaya maka akan banyak tenaga kerja yang terserap hal ini tentu akan mengakibatkan kesewenang -wenangan penguasa dan makin tertekannya tenaga kerja Indonesia.

Pertumbuhan ekonomi ala Orde Baru menghasilkan penanaman modal asing secara liberal yang mengakibatkan hutang luar negeri tanpa dasar kemandirian dan kemajuan masyarakat secaa berkualitas walaupun memenuhi secara kuantitas untuk jangka waktu tertentu

Tanpa disadari, kebijakan penarikan investor yang sangat liberal ini mengakibatkan undang-undang Indonesia yang mengatur arus modal menjadi yang sangat liberal di lingkup dunia internasional.

Terciptalah maraknya industrialisasi untuk menyerap modal asing sebanyak-banyaknya, sayangnya Industri yang dibangun tidak memiliki konsep berdikari oleh karenanya menghasilkan pendapatan yang besar dalam jangka waktu tertentu tetapi menciptakan bom waktu yang suatu saat akan meledak
karena Indonesia tidak memiliki kemandirian dan landasan ekonomi secara makro yang kuat.

Undang – Undang ketenaga kerjaanpun lebih beesifat individual yang seolah
Kita lihat perusahaan asing berbondong -bondong masuk ke Indonesia pada era Tahun 1968 -1988 membangun Industri di Indonesia yang sebenarnya hanya seperti pindah tempat memanfaatkan tenaga kerja yang murah serta sumber bahan baku yang dekat dan sumber daya alam yang bisa didapat dengan cuma-cuma dengan hasil yang menguntungkan investor, selama Indonesia dianggap menjadi macan Asia kenyataannya adalah macan ompong tak ada satupun hasil Industri yang berlabel “made in Indonesia”.

Industrialisasi di Indonesia marak di Indonesia sejak tahun 1970 sampai dengan saat ini bahkan banyak Kawasan Industri disekitar Jakarta dan pulau jawa yang pada akhirnya hanya menguntungkan para investor asing tersebut . Pekerja tak pernah mendapatkan keuntungan lain kecuali hanya memperpanjang hidup.

Bila suatu saat perusahaan merasa ada negara lain yang memiliki tenaga kerja lebih produktif dan murah mereka akan memindahkan lagi industrinya kenegara tersebut , misalnya Vietnam. Hebatnya Vietnam sudah menerapkan Omnibus Law yang melindungi tenaga kerjanya sendiri sehingga para investor tidak bisa seenaknya seperti di Indonesia , jika mereka meninggalkan Vietnam maka industrinya dikuasai Vietnam , seperti Juga Cina pada Masa 3 dekade yang lalu Kemudian malah Cina menjadi negara Paling maju di dunia setelah 3 dekade menerapkan Omnibus Law yang melindungi tenaga kerjanya padahal secara umum Kita tau tenaga kerja disana cukup murah dan produktif.

Bahkan Kita tau pemerintah Cina bisa mengakomodir Industri rumahan untuk Industri teknologi modern , seperti HP, mobil bahkan pesawat terbang, yang mendukung Industri besar. Hmmm luar biasa keberpihakan kepada rakyat oleh sebuah negara komunis yang sudah menjadi negara kapitalis kebalikan Indonesia yang dikuasai para liberalis untuk penguasa yang bersifat otoriter seperti komunis .

Baca Juga :  SEKJEN IBUF INDRA YANA, SH HARAP RUU OMNIBUS LAW CIPTA KERJA DPR SEGERA UNDANG STAKEHOLDER

Ok. Saya hanya Ingin membandingkan saja bahwa RUU Cipta kerja memang betul-betul dibutuhkan masyarakat Indonesia sebagai dasar Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Para perusuh Itu Kita sangat faham dan pasti mereka punya dukungan materi dan logistik yang cukup besar dari kelompok mafianya yang tentu didukung oleh negara- negara kapitalis yang memiliki Trans National Corporation (TNC) di Indonesia , seperti Amerika Serikat, Inggris, Australia , Jepang , dsb yang sudah menikmati kekayaan dan tenaga kerja murah dan yang dibuat ” bodoh” oleh pemerintah Indonesia selama lebih dari setengah abad. Belum lagi dukungan konglomerat hitam yang menguasai ekonomi Indonesia dan menjadi mitra para kaum imperialis tersebut.

Kita juga harus fahami bahwa gerakan ini Sudah direncanakan lama dan mereka selalu ada dipemerintahan sejak reformasi digulirkan. Bahkan sayapun tidak pernah percaya jika para pengamat dan politisi di Parlemen bukan bagian dari mereka hal ini sangat jelas ketika Jokowi menjadi Presiden di Negara ini karena Jokowi satu-satunya Presiden yang berani untuk melakukan hal yang dianggap kontroversial menentang Imperialisme dengan langkah- langkah nyata.

Kita saat ini Sudah bisa memetakan siapa saja tokoh pro imperialis , antara lain keluarga Cendana, Cikeas, Partai Demokrat, PKS dan sel-sel tidur TNI yang dikoordinir Gatot , SBY bahkan AHY Ketika aktif di TNI bagi Saya AHY keluar dari TNI tentu Sudah dengan pertimbangan yang matang dan pasti meninggalkan sel tidur juga.

Belum lagi para politisi dan ekonom yang “pura-pura” independent yang sudah dibina sekian lama oleh CSIS, INDEF bahkan LIPI dan para ASN ditambah lagi dengan unsur dari Harakah Islamiyah yang jelas-jelas dipelihara oleh SBY dan PKS, mereka adalah pion pion dari berbagai kalangan untuk menciptakan opini permusuhan kepada pemerintah yang sudah direncanakan lama. Jika jaman SBY mereka menjadi oposisi memang hanya memberikan kontrol karena terdapat kesamaan visi untuk mempertahankan Nekolim dan melindungi TNC para Imperialis.

Tetapi di jaman Jokowi terlihat kan mereka akhirnya harus bersatu dan membuka topengnya, seperti : Rizal Ramli, Refly Harun , Dien Samsudin , Amin Rais bahkan belakangan Najwa Shihab yang sedang mabuk kepayang 😂🤣.

Apalagi ketika Jokowi naik untuk kedua kalinya sebagai presiden gerakan proxy war yang mereka lakukan semakin kencang .

Sebenarnya hal yang sangat mudah untuk mengatasi mereka yaitu dengan dukungan rakyat , oleh karenanya Kita harus bersama- sama dan tak bosan-bosan membuat rakyat Indonesia mengenal fakta sejarah , supaya waspada dan melek politik supaya tidak mudah terpengaruh provokasi dari pihak yang Ingin mengembalikan Nekolim menguasai Indonesia. (Red/AJ)

Penulis : Boy A

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *