26, Januari 2021

Berita Terkini

Bersama Membangun Bangsa-Kritis, Faktual dan Independen

Momen Haru Pertemuan Audy Joinaldy dengan Disabilitas Asal Tanah Datar

3 min read

Tanah Datar, BeritaTerkini.co.id – Akhirnya setelah sekian lama, Audy Joinaldy dapat bertemu dengan Novi Yulia Hendra. Perlu perjuangan untuk Audy mencapai rumah bertembok bata yang berada di atas tebing tersebut. Rumah Novi berada di daerah, Guguk Cino, Jorong Padang Datar Nagari Tanjung Barulak, Kecamatan Tanjung Emas, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, Jum’at (30/10/20).

Novi sedang terduduk lemah di atas kasur disaat Audy masuk ke kamar yang berukuran 3x4m tersebut.

“Gimana kabarnya Novi, perjalan ke sini lumayan menguras tenaga ya,” sapa Audy ke Novi.

Sebelumnya, Novi mengenal Audy berawal dari beranda facebooknya tentang artikel pencalonan Audy menjadi Calon Wakil Gubenur (Cawagub). Berawal dari itulah, Novi saling bertukar pikiran bersama Audy melalui direct message (DM) instagram sekitar tiga bulan terakhir.

Sayangnya mereka tidak dapat bertemu karena Novi tak mampu berjalan. Maka dari itu Audy mencari lokasi rumah Novi.

“Maaf pak (Audy) Novi gak bisa jalan ,” ungkap Audy saat membaca isi percakapan instagramnya dengan Novi.

Novi merupakan penyandang disabilitas, menurut keterangan ibunya, Syamsiah, Novi sudah mengalami kelainan sejak dalam rahim.

“Pada saat lahir ada benjolan di belakang badan Novi. Saat umur 16 bulan, Dokter mendiagnosisnya (Novi) Spina Bifida dan sempat di operasi RSUPN Dr.Cipto Mangunkusumo,” tutur Syamsiah.

Berdasarkan penelusuran, Spina Bifida adalah cacat lahir yang terjadi akibat terganggunya pembentukan tabung saraf selama bayi dalam kandungan. Hal ini menyebabkan munculnya celah pada ruas tulang belakang.

Usai operasi awalnya pria kelahiran 1987 ini sempat bisa berjalan, hingga menamatkan SMA. Pada saat tahun 2011, kondisi badannya kembali menurun saat ia masih bekerja di salah satu loket di Terminal Aur Kuning Bukittinggi.

Sejak Sembilan tahun terakhir ia tak mampu berjalan karena dokter mendiagnosisnya terkena penyakit hidrosefalus yang merupakan penumpukan cairan di rongga otak, sehingga meningkatkan tekanan pada otak.

“Kegiatannya banyak di kamar, Saya yang mengurusnya (Novi) membawanya dengan kursi roda untuk berobat, mandi, makan dan lainnya,” tutur Syamsiah.

Walau serba keterbatasan, tidak mematahkan semangat juang Novi untuk berinteraksi dengan banyak orang melalui sosial media.

“Walau daya tubuh berkurang, namun daya ingat pikiran tidak hilang. Saya sangat suka saling serap pikiran di sosial media dan membaca banyak berita terutama berita politik,” ungkap Novi.

Melihat karakter novi yang memiliki daya juang keras Audy sangat takjub. Walau serba keterbatasan Novi mampu menjangkau semuanya melalui internet.

“Saya salut, dia (Novi) hebat walau dengan kondisi tersebut. Hebat kamu sangat menyukai baca-bacaan tentang politik,” kata Audy.

Sementara itu, Novi mengharap kepada Pemerintah agar memberikan perhatian serius kepada para penyandang disabilitas.

“Berikan kami kartu disabilitas untuk kami berobat dan bantuan rutin. Orang normal lebih banyak perhatian dari pada kami. Selain itu, bantuan-bantuan untuk kami membuka usaha,” harap Novi.

Selain itu, Novi mengharapkan kepada Pemerintah memfasilitasi para disabilitas dalam Pilkada Serentak 2020.

Menurutnya, disabilitas memiliki hak yang sama mengeluarkan suaranya dalam menentukan calon pemimpin.

“Dalam pemilu untuk pergi ke TPS aja susah. Seharusnya ada pihak TPS yang datang ke tiap rumah sehingga kami bisa ikut berpartisipasi dalam memilih,” tegas Novi.

Usai banyak berbincang-bincang dengan Novi, Audy memberikan dukungan kepada Novi dan berusaha merealisasikan aspirasi yang di sampaikan Novi.

Ketika ingin berpamitan, suara Audy begitu parau seperti menahan tangis. Ia menutup kesedihannya dibalik masker berwarna hijau tersebut.

“Terima kasih Novi sudah menggugah hati saya dan sangat menginspirasi dan semangat selalu. Saya tegaskan kesini tidak ada kepentingan. Aspirasi yang Novi sampaikan akan saya usahakan realisasikan walau tidak semuanya. Saya izin pamit, kalau ditakdirkan Allah kita akan bertemu lagi kedepannya,” Pamit Audy. (Rel)

Baca Juga :  Surat Terbuka Menaker Ida kepada Serikat Pekerja/Serikat Buruh

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *