19, Januari 2021

Berita Terkini

Bersama Membangun Bangsa-Kritis, Faktual dan Independen

Banyak Dikeluhkan, Paslon Amerta Janji Akan Pangkas Birokrasi Yang Menghambat Warga

2 min read

DENPASAR, WWW.BERITATERKINI.CO.ID- Sejumlah keluhan disampaikan warga kepada Paslon Amerta. Di antaranya sulitnya lapangan kerja dan adanya pengurusan administrasi yang belum lancar, meski pelayanan sudah secara online.

“Tetap saja harus datang ke kantor dan prosesnya cukup panjang. Seperti mengurus tunjangan kematian yang syaratnya cukup banyak. Nanti kalau bapak jadi Walikota mohon bisa dipercepat dan disederhanakan,” ujar warga saat bertatap muka dengan Paslon Amerta, Ngurah Ambara-Bagus Kertanegara, Sabtu (7/11) malam.

Paslon Amerta mengadakan tatap muka dengan generasi muda dan kaum milenial di kawasan Panjer dan Wilayah Sidakarya.

Berbagai masukan dan harapan disampaikan warga kepada Paslon nomor urut 2 ini. Warga juga minta ada solusi dalam lapangan kerja serta biaya pendidikan bisa lebih ringan.

Baca Juga :  Presiden Jokowi Resmi Teken Perpres Dewan Pengawas KPK

Menanggapi berbagai keluhan tersebut baik Ngurah Ambara dan Bagus Kertanegara mengatakan akan melakukan perubahan-perubahan untuk meringankan beban warga. “Nanti kalau terpilih, program pro rakyat yang sudah dicanangkan dalam visi-misi akan dilaksanakan,” jelasnya.

Amerta juga menjanjikan akan membantu meringankan biaya pendidikan dan kualitas siswa di sekolah swasta sehingga tak kalah dengan negeri.

“Saya sudah canangkan beasiswa hingga perguruan tinggi agar warga Denpasar memiliki daya saing,” tambah Ngurah Ambara yang juga pengelola Yayasan TP45 ini.

Baca Juga :  Gara-gara Ini, NasDem Tuding Anies Baswedan Tak Layak Jadi Presiden

Hal senada disampaikan Bagus Kertanegara yang akrab disapa STING yang bertekad akan memajukan SDM warga Kota Denpasar.

“Kunci perubahan dan kemajuan adalah SDM. Denpasar adalah pusat pemerintahan sehingga harus lebih maju,” ujar STING yang juga mengelola Yayasan Kerta Wisata ini.

Salah satu program Amerta yang mendapat respons warga yakni adanya tunjangan kelahiran sebesar Rp1 juta dan Rp10 juta bagi warga yang meninggal. Tunjangan itu dinilai sangat membantu meringankan beban warga. ( Red/AJ)

Penulis : Gustu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *