25, Februari 2021

Berita Terkini

Bersama Membangun Bangsa-Kritis, Faktual dan Independen

Dadang Nilai Isu Plagiat di USU Sangat Politis

2 min read

MEDAN – BERITATERKINI.CO.ID – Isu plagiat di Universitas Sumatera Utara (USU) yang mencuat ke publik beberapa hari pasca terpilihnya rektor baru dinilai sangat politis. Isu plagiat tersebut merupakan gambaran sifat kekanak-kanakan dari elit kampus dilingkungan univeritas terbesar di Sumatera tersebut.

Hal itu diungkapkan pakar kebijakan publik Sumut, Dadang Darmawan Pasaribu kepada awak media, di Medan, Jumat (15/1). Alumni dan mantan akademisi USU tersebut mengungkapkan bahwa isu plagiat semestinya tidak perlu terjadi. Karena isu tersebut hanya mempertontonkan adanya kelompok yang tidak terima dengan hasil pemilihan rektor.

“Sebaiknya memang Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) turun untuk menelusuri isu plagiat ini. Ini momen agar memeriksa seluruh dosen USU terkait dengan isu plagiat. Hal itu penting agar nantinya semua jelas dan tidak ada lagi saling tuding,” jelasnya.

Baca Juga :  Ciptakan Situasi Kondusif, Pos TNI AL Jangkar Sosialisasikan Permen KP RI Kepada Nelayan

Dadang mengungkapkan bahwa isu plagiat di USU gambaran adanya kelompok-kelompok dilingkaran civitas akademika. Serta gambaran buruk dunia pendidikan yang tidak sepaham dengan pengembangan generasi bangsa,” ujarnya.

Politisasi menjadi bukti bahwa di USU sangat kental kepentingan kelompok. Serta ada upaya untuk mempertahankan berbagai hal yang harus dipertanyakan. Hal itu juga menjadi reaksi nyata dari kelompok-kelompok tersebut.

“Karena itu jika sudah diambil alih Kemendikbud hal ini bisa selesai. Tidak ada lagi kelompok-kelompok yang hanya memperjuangkan memiliki kepentingannya. Saat ini atmosfir di USU tidak sehat. Serta saat ini kerugian terbesar itu ditanggung civitas akademika di USU,” tambahnya.

Saat ini USU sangat tidak sehat untuk penguatan nilai-nilai akdemis kedepan. Bahkan saat ini citra USU sangat buruk. Karena saling tuding plagiat ini merupakan kegagalan regenerasi yang terjadi dalam sejarah USU.

Baca Juga :  Jaga Stamina Dimasa Pandemi, Gubernur AAL Ajak Taruna SKJ 88 dan Ingatkan 3 M

“Dimasa sekarang inilah catatan buruk. Karena kepentingan kelompok menonjol. Serta tidak siap dengan kehadiran rektor yang baru. Ada gambaran bahwa kelompok-kelompok tertentu tidak siap dengan rektor yang terpilih. Atau mungkin ada banyak hal yang ingin disembunyikan. Tetapi itu sebatas rumor,” tegasnya.

Sebagai alumni dan mantan akademisi di USU, Dadang berharap kasus ini tidak objektif jika ditangani rektor. “Kementerian harus segera turun dan melakukan pemeriksaan terhadap seluruh kasus yang saat ini. Karena ini merupakan tindakan yang sangat politis,” katanya.

(BM-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *