BeritaKesehatanNasionalNasionalOpiniOpini PublicPeristiwaPolitik

FPD : Wake up call dari Mas Ibas

Jakarta, Beritaterkini.co.id- Bentuk kecintaan, kepekaan dan kekawatiran Mas EBY terhadap keselamatan nyawa warga negara akibat ancaman Covid-19 yang menyebar begitu cepat dan tinggi saat ini di satu sisi, dan ketersediaan fasilitas kesehatan, sarana-prasarana, obat-obatan dan tenaga kesehatan serta korban yang berjatuhan di sisi lain.

Sebagai seorang politisi, tentu berharap dan terus mengingatkan pemerintah tentang bahaya dari Covid-19 ini. Pemerintah harus terus berikhtiar dan tidak boleh berhenti untuk menyelamatkan warga negara baik dari sisi ancaman kesehatan maupun dampak lainnya. Kita tahu semua, kalau Covid-19 tidak segera tertangani dan terkendali maka dampaknya sangat berat dan besar buat negara ini. Segenap sektor kehidupan baik Ekonomi, Politik, Sosial dan Pertahanan serta keamanan pasti terdampak. Dengan demikian akan bisa berpotensi mengganggu pengelolaan sebuah bangsa.

Saya rasa pesan moral yang disampaikan Mas EBY menjadi pengingat pemerintah u/ memastikan bahwa keselamatan warga negara yang utama, Salus Populi Suprema Lex Esto. Tentu kita memiliki cara pandang yang sama terkait ini, dan jika kita semua menjalankan ini semua maka solidaritas sosial dan kesetiakawanan sosial adalah menjadi kunci penting bagi setiap warga negara untuk mengambil tanggung jawab membantu pemerintah mengatasi Covid-19 dan membantu masy mengatasi kesulitannya.

Seorang politisi dan wakil rakyat bukan hanya mengaksentuasi situasi dan kondisi bangsa dari ruang rapat saja. Tentu kondisi riil di lapangan, fakta dan kenyataan yang dihadapi masyarak menjadi faktor utama. Dan dalam menghadapi persoalan Covid-19 ini juga harus bersama bukan basis sektoral. Perencanaan yang baik tanpa eksekuasi dan pelaksanaan di lapangan yang baik, tentu ada garis yang terputus, dan itu mutlak tidak boleh terjadi.

Realitas yang kita hadapi bersama bahwa penyebaran Covid-19 demikian cepat dan sangat berbahaya dalam konteks pengelolaan negara jika berkepanjangan. Pemerintah akan menghadapai kesulitan dan berbagai persoalan yang tidak mudah diurai. Melihat masalah ini harus utuh, tidak cukup dibahas secara sektoral. Apa yang disampaikan Mas Ibas didasarkan kepada rasa dan fakta yang dialami oleh masyarakat secara umum. Hal yang paling sederhana dan dihadapi masyarakat adalah keterbatasan fasilitas rumah sakit, sarana-prasarana, langka dan mahalnya obat-obatan dan peralatan lain, dan ini bisa terjadi dimanapun khususnya daerah zona merah. Seberapa baik perencanaan dan seberapa serius penanganan yang dilakukan oleh pemerintah, tanpa adanya partisipasi pengawasan masyarakat termasuk yang disampaikan Mas Ibas tidak akam mungkin bisa utuh dan tuntas.

Sebagai wakil rakyat, sudah menjadi kewajiban kita u/ terus mengingatkan pemerintah agar tepat, cepat dan utuh dalam menangani Covid-19 ini, sekaligus memastikan agar stabilitas pengelolaan negara ini tetap terjaga dengan baik meskipun di sisi lain kita sedang menghadapi Pandemi dengan berbagai macam bentuk dampaknya.

Masukan Mas Ibas tersebut bisa menjadi wake up call bagi pemerintah dan kita semua. Harapannya tentu bisa menjadi pemicu bagi segenap stake holders bangsa untuk terus bersatu dan membuat langkah-langkah dan terobosan baru yang lebih cepat dan tepat dalam menghadapi pandemi dengan segala dampaknya ini.

Related Articles

One Comment

  1. I have recently started a site, the information you offer on this web site has helped me greatly. Thanks for all of your time & work. “Everyone is responsible and no one is to blame.” by Will Schutz.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
%d blogger menyukai ini: