Bupati Jembrana I Nengah Tamba meresmikan ‘Angkringan 88 Pekutatan Bahagia’ dalam rangka menuju Jembrana tahun emas 2026, yang berlokasi di Gor Kasta Buana, Kecamatan Pekutatan, Kabupaten Jembrana, Bali.

Usaha ‘Angkringan 88 Pekutatan Bahagia’ tersebut, memanfaatkan ruang kosong di area Gor Kasta Buana yang dikelola dengan konsep sinergi oleh beberapa komunitas anak muda dan organisasi kewirausahaan, yang terlibat, serta ikut mendirikan angkringan tersebut.

“Dinamakan ‘Angkringan 88 Pekutatan Bahagia’, sesuai namanya, kita ingin memberikan ruang kreatifitas bagi anak muda berkreasi dan belajar berwirausaha, selain itu juga sebagai alternatif warga Jembrana mengisi waktu, kegiatan santai bersama, tentu untuk melakukan kegiatan yang positif serta membahagiakan masyarakat Jembrana,” ujar Bupati Tamba.

Dalam peresmian tersebut Bupati Tamba didampingi jajaran OPD serta Camat dan masyarakat sekitar.

Bupati dalam sambutannya menyampaikan dibukanya angkringan di pekutatan selain untuk meningkatkan ekonomi masyarakat di kecamatan pekutatan, juga sebagai bentuk pelatihan dalam rangka menyambut tahun emas 2026.

“Kita mencoba mengcreate, ini sebagai suatu ruang diskusi anak-anak muda yang positif, dengan cara sambil makan dan minum kuliner khas Jembrana, sekaligus megesah (ngobrol), sehingga dari megesah itu mampu melahirkan ide-ide kreativitas” ucap Bupati Tamba.

Bupati Tamba juga menambahkan bahwa situasi pandemi Covid-19 ini, sebagai tantangan dan sekaligus peluang untuk kreativitas anak-anak muda.

“Anak-anak mudah ini semua kita latih, diawali dari usaha angkringan, mengingat situasi pandemi Covid-19, sehingga ekonomi bisa pulih kembali untuk masa yang akan datang, dan optimis Kabupaten Jembrana ini, bisa menjadi bangkit dan Bahagia,” ujar Bupati Tamba.

Bupati Tamba yang berasal dari Desa Kaliakah ini, menuturkan bahwa, melalui fasilitas angkringan ini, sebagai langkah awal dalam menyambut tahun emas Kabupaten Jembrana menuju tahun 2026.

“Sering saya sampaikan, apa itu tahun emas Jembrana? Tahun emas Jembrana adalah pembangunan infrastruktur tol akan dimulai, sehingga para investasi mulai masuk. Tentu yang dibutuhkan SDM anak-anak muda Jembrana yang memiliki kompetensi,” terang Bupati Tamba.

Lebih lanjut, Bupati Tamba menjelaskan bahwa, mulai dari penjual sayuran makanan, ikan, dan jasa semuanya dari kita, oleh karena itu, maka kita persiapkan dari sekarang, harus kreatif dan inovatif, sehingga di tahun emas 2026 nanti, Kabupaten Jembrana memiliki anak-anak muda yang tangguh dan main di kelas atas,” jelas Bupati Tamba.(red /kur)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here