BULELENG, beritaterkini.co.id | Karya-karya grup Band Asal Bali, terutama yang bergenrekan Anarcho Punk dari waktu ke waktu kian menunjukkan taringnya, seperti grup band asal Buleleng, Bali, Sprai Band yang merupakan salah satu grup band yang menciptakan lagu terinspirasi dari permasalahan-permasalahan yang dialami oleh masyarakat yang termarjinalkan atau masyarakat yang terpinggirkan akibat ulah kaum opressor.

Anggota Grup Band SPRAI, Ketut Anggi Saputra Tusan atau biasa disapa (Ketut Jr), menjelaskan bahwa Sprai adalah singkatan dari Seni Perlawanan Rakyat Indonesia, Grup Band Sprai dibentuk atas dasar adanya ketidakadilan kaum tirani dan kaum oppressor yang selalu bertindak semena-mena terhadap rakyat kecil dan masyarakat yang terpinggrikan serta dari adanya kaum koruptor yang sampai saat ini masih mengganggu kestabilan negara.

“Sprai Band terbentuk sejak tahun 2012 yang lalu dengan jumlah personil sebanyak 5 orang. Namun pada tahun 2019, band ini berevolusi dan berganti menjadi 4 orang personil baru yaitu Gustu (Lead guitar + Vocal), Chitos (Additional Gitar), Ketut Jr (Bass), dan Angga (Drum). Sprai band adalah grup band yang bergenrekan Anarcho Punk dengan mengambil influence potbelly dari USA,” ungkap Ketut Jr kepada awak media www.beritaterkini.co.id, Kamis (22/9).

Ketut Jr menerangkan bahwa Sprai Band pada awal bulan februari 2014 telah membuat EP Albumnya dengan 5 Buah lagu dengan sistem record live, dengan tema EP album yang dibuat adalah Seni Perlawanan Rakyat Indonesia dengan lagu-lagunya antara lain SPRAI (Seni Perlawanan Rakyat Indonesia), Mamu, Lawan, Negaraku Penjaraku dan yang terakhir adalah cikulik bolik. Kemudian untuk Album EP yang kedua bertemakan Hentikan Perang yang dirilis pada bulan juli 2020 dengan 6 lagu diantaranya adalah Jabat Erat, Menolak Lupa, Revolusi Pergerakan, Hentikan Perang, Pekerja Keras Indonesia dan Kartini yang terbungkam.

‚ÄúSprai Band terus berkarya menciptakan lagu-lagu bergenrekan anarcho punk yang terbukti pada tahun 2022 sedang menggarap album ketiga dengan full 12 lagu dengan tema Tangisan Anak Negeri, dimana album yang dibuat saat ini diharapkan dapat membuat pemerintah faham dan merasakan akan tangisan Anak Negeri yaitu anak-anak bangsa Indonesia yang selama 2 tahun ini dari 2020 sampai 2021 keadaan keluarganya mengalami kelumpuhan ekonomi sangat drastis akibat pandemi covid,” ujarnya.

Selain itu, semoga di tahun 2022 setelah normalnya aktifitas masyarakat Indonesia ekonomi Indonesia dapat secepat mungkin diperbaiki, Dalam album Band SPRAI yang ketiga ini terdapat 12 lagu yakni, Rebut Kedaulatan, Lawan dan Hentikan, Tangisan anak negeri, Negeri Kita, Tolak Reklamasi, Senandung Globalisasi, Pesta Para Tengkulak, Negara Dunia Ketiga, Merdeka Katanya, Potret Negeriku, Penjahat di Negeri ini dan Inilah Indonesia. (Deny)

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here