Palembang,Berita Terkini.Co.Id Refleksi capain kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumsel, Herman Deru dan Mawardi Yahya digelar di hotel Aryaduta Palembang Jumat 30 September 2022.

Seluruh OPD Dilingkungan Pemprov Sumsel Dievaluasi Gubernur, Sisa Masa Jabatan Satu Tahun Masih Ada Program Yang Belum Tercapai.

Usai rapat bersama seluruh OPD dilingkungan Pemprov Sumsel, Herman Deru dan Mawardi Yahya langsung meinggalkan tempat tanpa memberikan statemen kepada awak media.

Sekda Provinsi Sumatera Selatan S.A Supriyono mengatakan, hari ini merupakan evaluasi terhadap kinerja secara keseluruhan selama tahun 2021 hingga 2022.

“Ini merupakan suatu hal yang biasa dalam rangka evalusi untuk mewujudkan visi misi bapak Gubernur yang sudah tertuang dalam 16 program kegiatan,” ujarnya.

Supriono menuturkan, ini mendapat koreksi yang cukup banyak. Dan seluruh OPD diharapkan meningkatkan kinerjanya disisa masa jabatan beliau 1 tahun yang akan datang

“Secara keseluruhan semua OPD ada di bawah pemprov Sumsel diharapkan melakukan koordinasi secara utuh kepada seluruh pemerintah kabupaten kota yang berkaitan dengan pembangunan kabupaten kota,” ucapnya.

Supriono mengungkapkan, seluruh OPD dievaluasi karena 16 program itu ada di seluruh OPD.

“Untuk pembangunan juga dilakukan koreksi walaupun ada beberapa yang baik. Selain itu, kita bisa mempertahankan swasembada pangan, walaupun dengan hasil pada tahun ini semester sekarang menurun. Untuk
infrastruktur memberikan sentimen positif dari masyarakat,” katanya.

Selanjutnya, sambung Supriono, hal yang sangat ditekankan oleh Gubernur Sumsel adalah program Gerakan Sumsel Mandiri Pangan.

“Karena menurunkan tingkat inflasi. Jadi semua OPD harus melibatkan m, paling tidak melibatkan para Babinsa dan babin Kamtibmas untuk menjadi perpanjangan tangan kami di samping para pendamping pertanian,” bebernya.

“Kita melibatkan pihak keamanan yang secara teritorial berada di wilayah masing-masing,” tambah Supriono.

Ketika ditanya Sumsel mendapat dana Rp 10 miliar dari Kemenkeu, Supriono menuturkan, itu karena kita bisa mempertahankan inflansi secara baik.

“Langkah kita adalah untuk mempertahankan inflasi adalah memberikan BLT yang dilakukan oleh pemerintah pusat. Kami juga diminta untuk mengawasi itu apakah dana desa itu tetap pada sasarannya,” ucapynya.

“Kemudian, kedua kita melaksanakan operasi pasar tahapan ketersediaan pangan berupa beras. Yang kedua pemberian beras secara cuma-cuma terhadap sektor yang mempunyai warga miskin ekstrem di wilayah Palembang dan Lubuk linggau,” tuturnya.

“Dana Rp 10 miliar itu digunakan untuk UMKM. Kemudian untuk peningkatan kondisi air tapi kalau ini tidak habis bisa digunakan untuk pendidikan,” Pungkasnya. (RZP)

4 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here