DENPASAR, beritaterkini.co.id | Tiga tempat pengolahan sampah terpadu (TPSE) berteknologi refused derived fuel (RDF) sedang di bangun Pemerintah Kabupaten Denpasar untuk memaksimalkan pengolahan sampah di Kabupaten Denpasar dan sekitarnya.

Salah satu proyek pembangunan berada di kawasan Denpasar timur, tepatnya di Jalan Ida Bagus Mantra, Ketewel, Kecamatan Denpasar Timur, Kota Denpasar, Bali.

Melalui proses tender, proyek ini dimenangkan oleh PT Adhi Karya (persero) yang berkantor di Jalan Raya Pasar Minggu, Km.18 Jakarta Selatan. Dengan nilai kontrak sebesar Rp 88.888.888.888,88.

Namun saat dikunjungi awak media di lapangan, pihak pelaksana proyek terkesan melarang awak media dalam bertugas, serta terkesan menutup-nutupi proses pengerjaan proyek.

Ket foto : awak media saat mengunjungi proyek tempat pengolahan sampah terpadu (TPST) di Jalan Ida Bagus Mantra, Ketewel, Kecamatan Denpasar Timur, Senin (7/11/2022)

Hal tersebut menimbulkan dugaan adanya pelanggaran aturan atau penyimpangan pengerjaan proyek yang dilakukan pihak pelaksana, yang dalam prosesnya tak ingin terekspos atau diketahui oleh umum.

Dengan alasan proyek tersebut merupakan proyek pusat yang digawangi Dinas Pekerjaan Umun (PU), pihak pelaksana melarang awak media untuk melihat proses pengerjaan proyek.

Serta pihak pelaksana juga enggan memberikan jawaban terkait sejauh mana proyek itu berjalan dan mengarahkan awak media untuk menemui Dinas PU langsung.

“Kita gak bisa berkomentar, kalau mau jawaban langsung saja ke Dinas PU. Kalau Dinas sudah beri ijin atau ada suratnya dan dari Dinas di arahkan untuk temui kita, baru kita bisa berbicara”, jelas salah satu penanggung proyek, Senin (7/11/2022)

Hal tidak mengenakan juga di tunjukan pelaksana proyek, dimana saat di ajak berkenalan tak satupun pihak pelaksana mau menyebutkan nama dan tidak memberikan kontak person (nomor handphone). (Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here