DENPASAR – BERITATERKINI.co.id – Pembangunan Bandara Bali Utara yang berlokasi di Buleleng diproyeksikan akan selesai pada tahun 2024 mendatang.

Saat ini Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dikabarkan hanya tinggal menyelesaikan kajian teknis sebelum menerbitkan Penentuan Lokasi (Penlok).

Bahkan kemarin, (07/11/2019) tim Kemenhub bersama Sekprov Bali Dewa Made Indra, Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana, Kepala Bappeda Buleleng Nyoman Genep, dan Kepala Dinas Perhubungan Buleleng Gede Gunawan AP sudah mulai membahas soal pembangunan bandara tersebut.

Baca Juga :  Rapat Koordinasi Garda Nusantara Preneur Sulewesi - Selatan

Bupati Buleleng, Agus Suradnyana mengatakan jika pertemuan membahas sesuatu yang bersifat teknis.

“Seperti navigasi, apron, panjang runway. Masukan-masukan itu dijadikan resume untuk perbaikan masterplan. Sebab ini yang menentukan titik koordinat (pembangunan) dan luas tanah yang diperlukan,” kata Agus.

Ia menegaskan jika tim Kemenhub sudah melakukan evaluasi lokasi di Desa Bukti dan Kubutambahan.

Pembangunan bandara disebut akan memanfaatkan lahan seluas 400 hektare, dengan 370 hektare diantaranya merupakan tanah adat Desa Kubutambahan.

Baca Juga :  Kasus Suap Jaksa, KPK Garap Dua Anggota DPRD Yogyakarta

Saat ini sejumlah perusahaan disebut tertarik dengan rencana pembangunan bandara internasionla tersebut. Namun perusahaan yang terlihat serius adalah konsorsium yang terdiri atas PT. PP (Persero) Tbk, PT. Angkasa Pura I (Persero), dan Perusda Bali.

3 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here