21, Oktober 2020

Berita Terkini

Bersama Membangun Bangsa-Kritis, Faktual dan Independen

Ditangkap di Jakarta, Begini Modus 85 WN China Tipu Korban Sampai Rp 36 Miliar

2 min read

JAKARTABERITATERKINI.co.id – Polda Metro Jaya menangkap 91 orang terkait kasus penipuan. Dari jumlah yang diamankan, 85 diantaranya diketahui merupakan warga negara China.

“Kita amankan 91 orang itu di antaranya 85 orang WN China, 6 orang WNI,” kata Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa, (26/11/2019).

Mereka ditangkap di 7 titik di wilayah Jakarta, Tangerang dan Malang.

“Kita sudah dalami kasus ini mereka modusnya dengan cara mereka seolah-olah jadi seorang polisi, jaksa bahkan bankir yang korbannya ada di China,” jelasya.

Pengungkapan kasus ini berawal dari laporan Kedubes China, bahwa ada warga negaranya yang menjadi pelaku penipuan dan sedang berada di Indonesia.

Baca Juga :  Tengku Muhammad Risfansyah Bidar Alam Dinobatkan Menjadi Sultan Negeri Bilah X

Mereka menghubungi para korban di China melalui sambungan telepon di Indonesia. Dalam aksinya, mereka berkelompok.

“Dari hasil investigasi yang kita lakukan sementara adapun kerugian 36 miliar rupiah,” katanya.

Ia menambahkan, polisi masih berkoordinasi dengan pihak imigrasi terkait status keimigrasian para pelaku.

“Saat ini kita sedang koordinasi dengan imigrasi soal penahanna pelaku kejahatan ini,” tuturnya.

Sedangkan 6 warga negara Indonesia yang diamankan tidak terlibat secara langsung dalam kasus penipuan tersebut.

“Nah kaitannya dengan WNI kita ada 6 orang, mereka nggak terlibat secara langsung,” kata Gatot lagi.

Baca Juga :  Gubernur Lampung Arinal Djunaidi Mengajak Semua Pihak, Terutama Jajaran Kesehatan, Menurunkan Angka Kematian Ibu, Bayi Dan Stunting

“(WNI) mereka hanya membantu (WNA), mengajak jalan-jalan, membantu keperluan makan dan perlu untuk bersihkan rumah. Itu keterlibatan warga negara kita,” ungkap Gatot.

Mereka diduga sindikat penipuan melalui telepon. Sebanyak 85 WNA diamankan polisi pada Senin (25/11/2019) lalu. WNI yang diamankan berjumlah 6 orang.

Sindikat ini kerap menghubungi korbannya yang berada di luar negeri dan menawarkan jasa pelaku yang disebut-sebut bisa mengurusi persoalan korban, termasuk biaya pajak korban. Pelaku kerap mengaku sebagai anggota polisi, Jaksa hingga bankir yang menawarkan investasi. Korban yang tertarik lantas mengirimkan sejumlah uang sesuai persetujuannya dengan para pelaku.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *