21, Oktober 2020

Berita Terkini

Bersama Membangun Bangsa-Kritis, Faktual dan Independen

Gawat! Sri Mulyani Klaim Radikalisme Sudah Masuk ke Kemenkeu

2 min read

Menteri Keuangan Sri Mulyani memberikan keterangan pers mengenai Pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) 2019 di Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (24/5/2019). Menteri Keuangan menyatakan telah mencairkan THR sebesar Rp19 triliun atau 19 persen dari proyeksi kebutuhan dana (Rp20 triliun) yang digunakan untuk membayar THR bagi PNS, Prajurit TNI dan Polri sebesar Rp11,4 triliun dan penerima pensiun atau tunjangan sebesar Rp7,6 triliun. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/foc.

JAKARTA – BERITATERKINI.co.id – Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani mengatakan bahwa di lingkungan Kemenkeu banyak gerakan-gerakan religius yang eksklisif. Akibatnya kata, pegawai di Kemenkeu menjadi terkotak-kotakan.

“Menjelang pemilu kemarin itu saya observasi di Kemenkeu ada di bawah ketegangan. Bawahan saya jadi visible keagamannya, mulai dari appearance menunjukkan identitas. Bahkan untuk beberapa dia mengkotak-kotak ekslusif, dan ada ketegangan,” cerita Sri Mulyani saat kumpul bareng dengan para tokoh-tokoh Indonesia dalam acara Temu Kebangsaan: Merawat Semangat Hidup Berbangsa di Hotel Aryaduta, Tugu Tani, Jakarta Pusat, Kamis, (19/12/2019).

Bahkan dia mendapatkan laporan jika Kemenkeu sudah mulai dirasuki gerakan radikal keagamaan.

“Semenjak saya jadi Menkeu, sering dapat WA, bu tempat ibu ada yang radikal. Orang ngomong gini ada maksudnya kan, apakah fitnah maka harus di-clear-kan. Atau ada asap ada apinya, maka saya cari ada nggak apinya di sini,” ucap Sri Mulyani.

Baca Juga :  Ini Dampak Mengerikan Bagi Indonesia Jika Perang Dunia Ketiga Meletus

“Dalam konteks ini lah kami buat conversation, dalam sebuah rapat pimpinan usai pemilu saya ajak semua bicara,” ujarnya.

Dia menegaskan dalam rapat dengan para eselon I dan II dia banyak berdiskusi soal nilai kebangsaan dalam rangka mencegah menularnya paham radikal di kementerian yang ia pimpin.

Dalam forum itu pun menurutnya bawahannya banyak bicara dan terbuka perihal apa yang dirasakan mereka. Termasuk yang disebut Sri Mulyani terkena gerakan eksklusif keagaamaan.

“Saya datangi mereka, saya tanya kenapa kamu begini, sampai di Instagram juga memposting hal yang kurang bagus. Ini hak kamu, saya nggak masalah, tapi kamu pejabat bawa nama instansi nggak fit, nggak pas kalau kayak gini. Kita harus netral,” kisah Sri Mulyani.

Baca Juga :  Dirut Pertamina 'Jengkel' Saat Ditanya Soal Ahok

“Akhirnya ya semua terbuka, itu jadi forum terbuka semua boleh bicara, bergantian. Saya juga minta jangan ada rekaman jadi its safe place untuk bercerita,” ungkapnya.

Saking panjangnya, pertemuan yang dilakukan berakhir hingga tengah malam dan membuatnya lelah. Di momen itu lah dia bicara mengurus nilai kebangsaan bawahannya lebih berat dibanding mengurus keuangan negara.

“Energi saya terkuras habis, ngurusin hal ini. Capek. Ini lebih susah daripada ngurusin keuangan negara. Sampai jam 12 itu lebih saya buka conversation sama mereka,” ucap Sri Mulyani.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *