26, Oktober 2020

Berita Terkini

Bersama Membangun Bangsa-Kritis, Faktual dan Independen

Bolak-balik Kunjungi Papua, Ketua DPR Papua: Presiden Jokowi Tidak Selesaikan Masalah!

2 min read

JAKARTA – BERITATERKINI.co.id – Ketua DPR Papua, Yunus Wonda mengatakan bahwa Presiden Joko Widodo dalam lima tahun terakhir sudah sering berkunjung ke Bumi Cendrawasih.

Namun demikian, ia menegaskan jika kunjungan Presiden Jokowi justru tidak menyelesaikan masalah. Contohnya kekerasan terhadap warga Papua masih terus terjadi.

Hal ini kata dia, karena tidak ada dialog antara Presiden Jokowi, masyarakat dan tokoh Papua.

“Kami berharap, ada ruang untuk masyarakat dan para tokoh masyarakat menyampaikan seperti apa persoalan Papua yang sebenarnya. Akan tetapi yang kami ikuti selama ini, tidak seperti itu. Kesempatan presiden duduk bersama masyarakat dan para tokoh adat, tokoh agama dan lainnya, agar presiden bisa mengambil satu kesimpulan dari semua yang beliau dengar langsung dari masyarakat,” kata Yunus Wonda dikutip dari Jubi.co.id, Selasa, (29/10/2019).

Baca Juga :  Raih Kinerja Anggaran 2019 Terbaik, Yasonna Laoly: Ini Uang Rakyat yang Harus Dipertanggung Jawabkan Hingga Sekecil-kecilnya

Dia menyesalkan Presiden Jokowi ke Papua hanya untuk meresmikan pembangunan infrastruktur, tapi nyaris tidak pernah berdialog dengan masyarakat dan tokoh Papua.

“Sebenarnya kami berharap presiden hadir memberikan penguatan kepada masyarakat Papua. Kami ingin ke depan, dalam kunjungannya ke Papua, presiden menyiapkan ruang duduk bersama masyarakat. Kalau hanya hadir meresmikan kemudian kembali, saya pikir tidak menyelesaikan masalah Papua,” ucapnya.

Baca Juga :  Panja RUU Minerba DPR Lalai, DPD Tidak Dilibatkan Dalam Pembahasan DIM

Yunus Wonda juga berharap, Presiden Jokowi tidak percaya begitu saja ketika ada pihak yang mengatasnamakan orang Papua ke Jakarta bicara masalah daerahnya.

Ia memastikan, orang Papua tidak pernah mengakui kelompok-kelompok tersebut sebagai perwakilan mereka.

“Kalau selama ini mendengar laporan pihak yang ke pusat mengatasnamakan Papua, itu kan sebenarnya hanya membawa kepentingan pribadi. Bukan kepentingan rakyat. Tidak akan menyelesaikan masalah di Papua,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *