Jakarta, beritaterkini.co.id – Ketua Bambang Soesatyo Center, Ahmadi Noor Supit, menuding Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto mengabaikan ART Partai Golkar untuk Kepentingan Diri sendiri. Menanggapi pernyataan Airlangga Hartarto di istana, Jumat (28/11/2019).

“Perlu kami sampaikan penjelasan agar kader-kader Partai Golkar tidak teritipu oleh Ketua Umumnya sendiri. Sekarang ini justru AH yang bolak balik ART Golkar dengan menafsirkan bahwa tahap penjaringan, pencalonan dan pemilihan, dilakukan dengan cara berbeda,” ujar Ahmadi Noor melalui siaran pers yang diterima beritaterkini.co.id.

Ahmadi Noor menambahkan, Airlangga dan timnya ingin tahap penjaringan calon, seorang dianggap memenuhi syarat apabila mendapat dukungan tertulis 30% pemilik suara yang ditanda tangani oleh ketua dan sekretaris. Padahal ART pasal 50 ayat 1 menyatakan bahwa pemilihan Ketua Umum dpp, ketua dpd prop/kab/kota dan kecamatan dipilih secara lansung.

Baca Juga :  Pesan PKS ke Prabowo Soal Klaim China Atas Laut Natuna: Harus Tegas, Jangan Lembek!

“Sementara ART pasal 50 ayat 2 menyatakan bahwa pemilihan sebagaimana dimaksud pada pasal 1 dilakukan melalui tahap penjaringan, pencalonan dan pemilihan.
Artinya ketiga tahapan tersebut, penjaringan, pencalonan dan pemilihan ya dilakukan secara lansung melalui voting atau pemilihan sebagaimana dinyatakan dalam ayat 1.
Hal ini telah dilakukan dalam Munaslub di Bali Tahun 2016. Waktu itu AH hanya mendapat suara 16 pada tahap penjaringan, sehingga tidak bisa lanjut pada tahap pencalonan.
Pada Munas tersebut hanya Setnov dan Akom yang mendapat suara lebih dari 30% dan lolos menjadi calon, karena Ade Komarudin mengundurkan diri pemilihan tidak dilanjutkan dan SN dinyatakan terpilih secara aklamasi,” tegas Ahmadi Noor.

Ahmadi Noor juga menyoroti ART pasal 50 yang menurutnya tidak sesuai penerapannya. “Partai Golkar sendiri sudah melaksanakan ART sesuai pasal 50 tersebut secara benar dalam Munaslub di Bali tahun 2016, itu menjadi konvensi dalam penerapan ART, jadi jangan lagi ada akal-akalan membuat tafsir baru terhadap ART pasal 50, apalagi AH sudah mengalami sendiri ikut penjaringan calon ketua umum tanpa dukungan tertulis, tetapi melalui pemilihan secara lansung oleh peserta Munas.

Baca Juga :  Sugawa Korry: Saksi Kunci Kemenangan Paslon AMERTA Menjadi Walikota Denpasar

Hasil pemilihan lansung pada tahap penjaringan dalam Munas Bali, Setya Novanto 277 suara, Ade Komarudin 173 suara, Azis Syamsudin 48 suara, Syahrul Yasin Limpo 27 suara, Airlangga Hartarto 14 suara, Mahyudin 2 suara, Indra Bambang Utoyo 1 suara dan Priyo Budi Santoso 1 suara.(*)

2 KOMENTAR

  1. … [Trackback]

    […] Read More here to that Topic: beritaterkini.co.id/2019/11/29/jelang-munas-golkar-airlangga-dituding-abaikan-art-partai-untuk-kepentingan-pribadi/ […]

  2. … [Trackback]

    […] Read More on that Topic: beritaterkini.co.id/2019/11/29/jelang-munas-golkar-airlangga-dituding-abaikan-art-partai-untuk-kepentingan-pribadi/ […]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here