31, Oktober 2020

Berita Terkini

Bersama Membangun Bangsa-Kritis, Faktual dan Independen

Menkumham Yasonna Laoly Resmikan 130 Desa dan Kelurahan Sadar Hukum di Jawa Barat

4 min read

BANDUNGBERITATERKINI.co.id – Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham), Yasonna H Laoly memberikan penghargaan dan meresmikan 130 (seratus tiga puluh) Desa/Kelurahan Sadar Hukum yang tersebar di 96 (sembilan puluh enam) Kecamatan pada 21 (dua puluh satu) Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Barat.

Peresmian ditandai dengan Penandatanganan Prasasti oleh Menkumham secara simbolis serta Pemberian Penghargaan Pengelola JDIH Kabupaten/Kota Terbaik kepada 7 (tujuh) JDIH dengan Pelayanan Prima Terbaik, yang diserahkan Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum di Aula Barat Gedung Sate Jalan Diponegoro, Bandung, Kamis, (04/12/2019).

Dalam kesempatan itu, Yasonna didampingi Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum, Sekretaris Jenderal Kementerian Hukum dan HAM Bambang Rantam.S, Kepala BPHN Benny Riyanto, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Jawa Barat, Liberti Sitinjak, Pimpinan Tinggi Pratama Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Jawa Barat dan Kepala Biro Hukum dan HAM Sekretariat Daerah Pemerintah Provinsi Jawa Barat Eni Rohyani.

Acara Peresmian Desa/Kelurahan Sadar Hukum Tahun 2019 dihadiri juga Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat, Pimpinan Tinggi Madya di lingkungan Kementerian Hukum dan HAM, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FORKOPIMDA) Provinsi Jawa Barat, Walikota, Bupati, Camat, Lurah se-Jawa Barat.

Sebagai Ketua Penyelenggara Peresmian Desa/Kelurahan Sadar Hukum Tahun 2019, Eni Rohyani dalam laporannya menyampaikan Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah melakukan pembinaan kepada Desa/Kelurahan dengan bekerja sama dengan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Jawa Barat, Kejaksaan, Bagian Hukum di masing-masing Pemerintah Daerah.

Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum dalam sambutannya menuturkan bahwa penegakan hukum merupakan salah satu instrumen dalam mewujudkan kehidupan masyarakat yang adil, damai dan aman.

“Tegaknya supremasi hukum dan HAM merupakan salah satu aspek utama untuk menunjang tercapainya kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara yang aman, rukun, damai, adil dan sejahtera, maka kesadaran hukum dan HAM masyarakat harus terus ditingkatkan secara sinergis dan berkesinambungan diantaranya melalui program pembinaan di bidang Hukum dan HAM, Perlindungan, Pemajuan, Pemenuhan, Penegakan dan Penghormatan HAM, Pelayanan Hukum, dan Pengembangan Budaya Hukum dan Pemberian Informasi Hukum serta Penyuluhan Hukum dan Diseminasi HAM,” kata dia.

Baca Juga :  7 Kepala Desa di Kecamatan lembo Dilantik, Berikut Nama-namanya

Di tempat yang sama, Menkumham Yasonna berharap Desa/Kelurahan yang mendapatkan predikat Desa/Kelurahan Sadar Hukum menjadi contoh dan pemacu bagi Desa/Kelurahan yang lain, dalam mewujudkan kesadaran hukum masyarakat dan berkontribusi menjadi desa yang maju dan mandiri menjadi Desa Juara.

 

“Saya sampaikan rasa hormat, Apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Gubernur Jawa Barat M. Ridwan Kamil beserta Jajarannya yang telah banyak mendukung dan bekerjasama dengan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia melalui Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Jawa Barat, yang memiliki komitmen tinggi dalam membina wilayahnya, dengan mengalokasikan anggaran pembinaan kepada seluruh Desa/Kelurahan yang sudah berstatus Desa/Kelurahan Sadar Hukum,” tegas dia.

Pengalokasian anggaran pembinaan ini kata dia, bisa dicontoh oleh Gubernur atau Kepala Daerah lainnya.

Sinergitas antar lembaga pemerintah Pusat dan Daerah telah menjadi semangat yang memacu kita untuk lebih giat lagi dalam bekerja dan berkinerja, khususnya dalam Penganugerahan Anubhawa Sasana Desa/Kelurahan Sadar Hukum di Provinsi Jawa Barat,” tegas dia.

Yasonna menegaskan, Jawa Barat merupakan Provinsi yang memiliki jumlah Desa/Kelurahan Sadar Hukum terbanyak yaitu 2.820 Desa/Kelurahan Sadar Hukum.

“Penetapan Desa/Kelurahan Sadar Hukum ini merupakan salah satu upaya untuk menguatkan keberadaan negara Indonesia sebagai negara hukum, akan terlihat dari tingkat kepatuhan masyarakat terhadap hukum yang merupakan kunci bagi terciptanya kehidupan berbangsa dan bernegara yang aman, tertib dan damai.”

Hal ini yang merupakan tanggung jawab pemerintah dan kita semua khususnya Kementerian Hukum dan HAM dan Kantor Wilayahnya di seluruh Indonesia serta peran para aparat penegak hukum yang tujuan utamanya adalah untuk meningkatkan kesadaran hukum masyarakat yang lebih baik sehingga setiap anggota masyarakat mengetahui, memahami, menyadari dan menghayati hak dan kewajibannya sebagai warga negara dan warga masyarakat, sehingga akan terwujud sebuah budaya hukum masyarakat yang terimplementasi dalam sikap dan perilaku yang sadar, patuh, dan taat terhadap hukum serta menghormati hak asasi manusia dalam kehidupan mereka sehari-hari,” sambung dia.

Baca Juga :  Ustad Abdul Somad Heran Cadar Mau Dilarang: Tapi Celana Sempit Dibiarkan!

Menurutnya, pembangunan hukum haruslah dalam arah yang berkesesuaian dengan empat pilar kebangsaan tersebut, yang bernafaskan Pancasila, yang konstitusional, dalam kerangka NKRI, dan untuk menjamin keanekaragaman budaya, suku bangsa dan agama. Peningkatan kesadaran hukum masyarakat ini pada dasarnya harus dimulai dari tingkat yang terkecil yaitu keluarga.

“Oleh karena itu salah satu upaya yang harus dilakukan adalah melalui pembentukan Kelompok KADARKUM (Keluarga Sadar Hukum). Dengan semakin tumbuh suburnya Kelompok KADARKUM di setiap desa/kelurahan akan semakin mendorong peningkatan kesadaran hukum masyarakat,” kata Yasonna.

“Saya harap, kedepan Desa/Kelurahan yang telah dinobatkan sebagai Desa/Kelurahan Sadar Hukum dapat tetap mempertahankan prestasi masyarakatnya dalam bersikap dan berperilaku taat hukum dalam kehidupannya sehari-hari. Setiap tahunnya bagi Desa/Kelurahan yang meraih Desa/Kelurahan Sadar Hukum akan terus dilakukan evaluasi mengenai kesadaran masyarakatnya yang harus taat akan hukum yang berlaku.

“Selanjutnya, bagi desa/kelurahan yang belum atau masih dalam rintisan sebagai desa/kelurahan sadar hukum, saya juga mendorong untuk terus memperbanyak Kelompok Keluarga Sadar Hukum (KADARKUM) di wilayahnya, sehingga dapat memenuhi kriteria penilaian untuk ditetapkan sebagai desa/kelurahan sadar hukum dimasa yang akan datang,” tutup Yasonna.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *