JAKARTA – BERITATERKINI.co.id – Mahkamah Agung (MA) memotong hukuman penjara terhadap pengacara Lucas dari lima tahun penjara menjadi tiga tahun penjara.

Lucas merupakan terpidana kasus menghalangi penyidikn yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas kasus ‘dagang perkara’ yang melibatkan mantan Presiden Komisaris Lippo, Eddy Sindoro.

Kasus yang menjerat Lucas bermula saat KPK menangkap Panitera Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Edy Nasution pada tahun 2016 lalu. Dari penangkapan itu, KPK menemukan bukti bahwa Edy Nasution menerima uang dari Eddy Sindoro dalam rangka pengurusan perkara.

Baca Juga :  Peserta PB Tanggapi Berita Badkon HMI dan DPD IMM Sumsel

KPK kemudian mencekal Eddy Sindoro untuk pergi ke luar negeri. Namun dalam perjalanannya, Eddy Sindoro justru kabur ke luar negeri. Kabarnya, hal itu juga atas bantuan Lucas.

Pada 20 Maret 2019, PN Jakpus menjatuhkan hukuman 7 tahun penjara kepada Lucas. Hukuman Lucas dikurangi menjadi 5 tahun penjara di tingkat banding.

“Kasasi jaksa tolak. Kasasi terdakwa tolak dengan perbaikan,” demikian lansir panitera MA dalam websitenya, Selasa (17/12/2019).

Baca Juga :  Wagub Chusnunia Sampaikan Informasi Libur Sekolah Hadapi Bulan Puasa dan Idul Fitri 1441 H, Pesantren Ramadhan Dilakukan secara Online

Duduk sebagai ketua majelis Surya Jaya dengan anggota M Askin dan Krisna Harahap. Majelis memutuskan Lucas menghalangi penyidikan KPK dan mengurangi hukuman Lucas dari 5 tahun penjara menjadi 3 tahun penjara.

 

3 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here