Connect with us

Hukum

Parah! Eks Sekretaris MA Nurhadi 5 Kali Mangkir Panggilan KPK

Published

on

JAKARTABERITATERKINI.co.id – Mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA), Nurhadi kembali mangkir dari panggilan pemeriksaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Untuk tersangka NHD (Nurhadi) dan Rezky Herbiyono (RHE) tidak hadir dan tanpa keterangan,” kata Plt Jubir KPK ali Fikri di kepada wartawan, Senin, (27/01/2020).

Rezky Herbiyono merupakan menantu Nurhadi yang juga ditetapkan sebagai tersangka. Selain itu, KPK juga memanggil tersangka lain yakni Hiendra Soenjoto.

Baca Juga :  Kasus Kepemilikan Senjata Api Ilegal, Kivlan Zen: Ini Rekayasa Wiranto!

“HS selaku Direktur Utama PT Multicon Indrajaya Terminal mengirimkan surat
bahwa yang bersangkutan belum menunjuk kuasa hukum, meminta untuk dijadwalkan ulang (03/02/2020),” ucap Ali.

Ali mengatakan KPK sedang mempertimbangkan untuk melakukan panggilan paksa kepada Nurhadi.

“Sesuai dengan KUHAP kita ada perintah untuk membawa dengan panggil paksa untuk dua tersangka tapi kapan waktunya dan seperti apa bentuk kegiatannya, kami tidak bisa sampai ke teman-teman semua,” tuturnya.

Nurhadi sudah lima kali mangkir dari panggilan KPK. Nurhadi mangkir dua kali dalam kapasitas sebagai tersangka, dan tiga kali dalam kapasitas sebagai saksi yakni pada Jumat (20/12), Jumat (3/1) dan Selasa (7/1). Sedangkan Rezky, empat kali absen dalam kapasitas sebagai saksi, satu kali sebagai tersangka.

Baca Juga :  Mahfud MD Sebut Polri dan Kejaksaan Bisa Lebih Baik dari KPK, Ini Syaratnya

Dalam kasus ini, KPK menetapkan Nurhadi sebagai tersangka penerima suap dan gratifikasi. Total uang yang diduga diterima Nurhadi sekitar Rp 46 miliar.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Kejari Kampar Lakukan Diversi Terkait Perkara Anak, JPU Wulan : Bijaklah Dalam Bermedsos

Published

on

By

KAMPAR, Kejaksaan Negeri (Kejari) Kampar berhasil melakukan Diversi ( Pengalihan penyelesaian perkara anak dari proses Peradilan Pidana ke proses di luar Peradilan Pidana, Perkara anak dengan kasus Ujaran sarana kebencian dengan tersangka AM (17 tahun), pada senin (28/9/2020).

Usai melaksanakan Diversi, Kajari Kampar Suhendri SH. MH, melalui Jaksa Penuntut Umum Wulan Widari Indah, SH saat dikonfirmasi awak media menyampaikan, bahwa Perkara yang berhasil kita Diversikan pada hari ini adalah Perkara anak menyangkut Pasal 45 A ayat 2 tentang UU ITE, dimana tersangka menyatakan Ujaran Kebencian di media sosial di Facebook,” ujarmya.

Baca Juga :  KALAPAS BANCEUY, TRI SAPTONO LAKUKAN KLARIFIKASI BERITA BOHONG

“Setelah kita lakukan Diversi pada hari ini Alhamdulillah berhasil, Ulama di Kabupaten Kampar memaafkan dan tersangka berjanji tidak akan mengulanginya kembali,” sambung Wulan.

Wulan juga menghimbau, kepada seluruh masyarakat agar bijak dalam bermedsos, jangan sampai ada memposting ujaran Kebencian terhadap agama, Ras atau kelompok tertentu,” tegasnya.

Sementara itu, tokoh masyarakat Kasikan Afrizal BR (Pelapor) saat dikonfirmasi awak media usai melakukan Diversi mengatakan, bahwa selaku umat Islam tentu kita memberikan maaf sesuai dengan norma – norma yang terkandung dalam agama.

“Kita memaafkan orang yang betul – betul minta maaf dan tidak akan mengulanginya kembali. Kita berharap semua bisa bijak dalam bermedsos agar tidak terjadi hal – hal yang negatif,” harapnya.

Baca Juga :  TP4 Warisan Jaksa Agung Prasetyo Dibubarkan, NasDem Membela

Disisi lain, hal tersebut ayah tersangka juga menyampaikan, bahwa pihaknya berterima kasih kepada semua pihak terutama Kejaksaan Negeri Kampar yang telah menyelesaikan perkara ini dengan cara persuasif (perdamaian) atau Diversi, sehingga perkara ini selesai tanpa proses pengadilan,” ucapnya.

Dari pantauan, turut hadir Kasi Pidum Kejari Kampar, Sabar Gunawan, JPU Wulan Widari Indah, pihak Kepolisian Polres Kampar, Bapas, Pekerja Sosial, serta Kedua belah pihak. (Edi/**)

Continue Reading

Berita

5.785 Pil Ekstasi, 2 Kg Sabu dan Enam Pelaku Diciduk Ditresnarkoba Polda Sumbar

Published

on

By

Padang, BeritaTerkini.co.id – Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Sumbar kembali berhasil mengungkap peredaran Narkotika jaringan Internasional. Dari pengungkapan tersebut, petugas mengamankan 6 (enam) orang pelaku serta barang bukti sebanyak 5.785 butir pil ekstasi, 2 kilogram lebih sabu dan uang tunai Rp.588 juta dan 2 (dua) unit mobil.

Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Satake Bayu Setianto, SIK melalui Dirnarkoba Kombes Wahyu Sri Bintoro, SIK mengatakan, terungkapnya jaringan Narkoba Internasional ini bermula dari penangkapan seorang pelaku Narkotika berinisial SY di Kota Padang pada hari Senin 10 Agustus 2020 yang lalu.

“Kita mengamankan 800 gram Sabu dari pelaku SY. Kepada penyidik, dia bernyanyi jika mendapatkan barang haram tersebut dari seorang berinisial YY yang tinggal di Pekanbaru. Setelah tim menyelidiki, YY ini masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Polisi,” kata Kombes Pol Wahyu Sri Bintoreo kepada awak media di halaman Mapolda Sumbar, Senin (21/09/20).

Baca Juga :  TP4 Warisan Jaksa Agung Prasetyo Dibubarkan, NasDem Membela

Setelah dilakukan penyelidikan, akhirnya petugas menangkap salah seorang pelaku dengan inisial OT (37) yang berprofesi sebagai sopir pada hari Kamis 03 September 2020 yang lalu di pinggir jalan Nagari Sarilamak, Kecamatan Harau, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, ucap Kombes Pol Wahyu.

Dari tangannya, diamankan satu butir pil ekstasi dan 1 (satu) bongkahan kecil Sabu yang dibungkus dengan uang pecahan Rp.2.000, 1 (satu) unit mobil Honda CRV serta satu unit handphone, ujar Kombes Pol Wahyu.

Lanjut Kombes Pol Wahyu, Usai mengamankan pelaku OT, petugas langsung melakukan pengembangan dan mendapatkan identitas pelaku YY (38) selaku bandar dan otak dari jaringan yang tertangkap ini. Petugas pun bergerak ke Pekanbaru untuk mengamankan pelaku YY berikut seorang wanita berinisial SZ (24) yang berperan sebagai pengatur uang.

“Ketiga pelaku langsung digiring ke Mapolda Sumbar untuk pemeriksaan lebih lanjut,” ungkap Kombes Pol Wahyu.

Baca Juga :  Tak Hadiri Pemeriksaan, KPK Sebut Ada Saksi yang Tunggu Komisioner Baru

Saat melakukan penangkapan di rumah pelaku YY, petuga juga menangkap tiga pria lainnya yang saat itu akan membeli barang kepada YY yakni, RB, EF dan AN, tambah Kombes Pol Wahyu.

“Dari tangan keenam pelaku ini, kita dapat barang bukti berupa pil ekstasi sebanyak 5.785 butir, sabu 2 kilogram lebih, buku rekening tabungan, ATM, handphone dan juga 2 (dua) unit mobil yang digunakan oleh para pelaku serta uang sekitar Rp.588 juta,” terang Kombes Pol Wahyu.

Para pelaku, terancam pasal 114 ayat (2) subsider pasal 112 ayat (2) jo pasal 132 jo pasal 137 Undang-undang RI nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

“Dengan ancaman hukuman paling rendah lima tahun dan maksimal 20 tahun,” pungkas Kombes Pol Wahyu sambil mengahiri.

 

 

-Robbie-

Continue Reading

Berita

Kejari Kampar Terima Pelimpahan Perkara, Penadah Barang Curian Sound System Masjid

Published

on

By

KAMPAR, Kejaksaan Negeri (Kejari) Kampar menerima Tahap II (terima pelimpahan tersangka dan penyerahan barang bukti) perkara penadah barang curian sound system Mesjid Nurul Iman Desa Pangkalan Serik dari Polsek Siak Hulu Kamis (17/9/2020).

Kepala Kejaksaan Negeri Kampar, Suhendri melalui Jaksa Fungsional, Jumieko Andra mengungkapkan bahwa pihaknya sudah menerima berkas perkara penadah barang curian dengan 1 orang Tersangka yang ditangkap di wilayah Kecamatan Tapung Hulu, Kabupaten Kampar.

“Benar, jelang siang tadi kami terima, Para terdakwa akan sesegera mungkin kita limpahkan ke Pengadilan,” ujar Jumieko pada awak media, Kamis (17/9/2020).

Baca Juga :  Tak Hadiri Pemeriksaan, KPK Sebut Ada Saksi yang Tunggu Komisioner Baru

Lebih lanjut, Jumieko mengungkapkan bahwa perkara yang dilimpahkan merupakan perkara hasil penangkapan dari Polsek Siak Hulu di atas nama Dedi Antoni. Tersangka ditangkap atas kepemilikan barang curian sejumlah sound systim di Masjid Nurul Iman.

“Jadi tersangka membeli barang curian berupa Radio Merk Asatron warna hitam, Kotak DVD Merk TANATA, KOtak Mixer Audio, Colokan Mixer Radio, Colokan DVD, dan Colokan Ampli dari seseorang yang masih DPO. Ketika itu pihak Masjid mengetahui dan melaporkan hal tersebut kepada pihak berwajib di daerah Siak Hulu,” bebernya.

Baca Juga :  Gelombang Penolakan RUU HIP di Daerah

Menelaah berkas perkara tersebut, dirinya menjelaskan bahwa terdakwa terancam hukuman pidana maksimal empat tahun. Hal itu berdasarksan atas perbuatan yang dilakukannya.

“Terdakwa terancam hukuman pidana Empat tahun, sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 480 Ke-1 Jo Pasal 64 Ayat (1) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana,” pungkasnya. (Edi/**)

Continue Reading

Trending