28, Oktober 2020

Berita Terkini

Bersama Membangun Bangsa-Kritis, Faktual dan Independen

Penyidik KPK Di Tangkap Di PTIK, Kapolri ; Protap Waskita Kegiatan Olahraga Wapres

2 min read

Jakarta, BERITATERKINI.CO.ID | Kapolri Jenderal Idham Azis mengatakan alasan penangkapan sejumlah penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi di Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK ) saat akan menangkap Harun Masiku, Rabu malam, 8 Januari 2020 lalu. Menurut Idham penangkapan itu bentuk kewaspadaan, karena area tersebut disterilkan untuk kegiatan olahraga Wakil Presiden Ma’ruf Amin pada pagi harinya.

“Sesuai protap waskita, sejak malam itu di-clear di sana. Kalau terus ketemu misalnya beberapa penyelidik KPK itu, Polri tidak tahu apa prosesnya di dalam,” kata Idham saat Rapat Kerja dengan Komisi 3 DPR RI, di Gedung DPR, Jakarta Pusat, Kamis (30/1/20).

Idham mengaku tak tahu menahu ihwal kabar bahwa pada malam itu Harun Masiku datang ke PTIK. “Saya secara pribadi atau ini, kami tidak tahu masalah itu. Mungkin informasi di luar berseliweran, kami sendiri tak tahu,” kata Idham.

Baca Juga :  Hari Dharma Karya Dhika, Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Jawa Barat Menyelenggarakan Bhakti Sosial Kegiatan Donor Darah

Idham menuturkan informasi itu dia peroleh dari Gubernur PTIK dan Kadiv Propam yang menyelidiki kasus tersebut. Idham mengatakan belakangan Wapres Ma’ruf Amin memang giat berolahraga. Lokasi yang dipilih sering di markas komando, baik di TNI maupun Polri, termasuk di antaranya adalah PTIK.

“Dalam satu mingu dua kali, beliau keliling sama satu manajemen silahturahmi yang beliau terapkan selama ini,” kata Kapolri Idham.

Idham menjelaskan soal penangkapan penyidik KPK di PTIK setelah anggota Komisi III dari Fraksi Partai Amanat Nasional  Sarifuddin Sudding meminta penjelasan. Sudding mempertanyakan alasan polisi menghalangi penyidik KPK yang akan menangkap Harun. Bahkan akibat kejadian itu, hingga saat ini Harun yang menjadi tersangka kasus suap Komisioner KPU Wahyu Setiawan masih buron.

Baca Juga :  OPERASI GIAT GAKKUM PERATURAN BUPATI MAGELANG NOMOR 38 TAHUN 2020 TERKAIT PENERAPAN PROTOKOL KESEHATAN COVID-19

Namun Idham membantah dalam penangkapan itu anggota kepolisian sampai menyekap penyidik KPK. “Yang jelas tidak ada kata penyekapan. Bahwa iya, karena paginya mau ada kegiatan Bapak Wapres, tentu orang yang mau dengan dalih mau sembayang, mau apa dilakukan pemeriksaan oleh provos PTIK,” tutup Idham. (BRT)

Editor ; Dik Eno

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *