29, Oktober 2020

Berita Terkini

Bersama Membangun Bangsa-Kritis, Faktual dan Independen

LAAGI Mendesak Polisi Segera Menangkap Pelaku dan Dalang Penyiraman Air Keras Jika Perlu Tembak Mati

2 min read

Palembang, Beritaterkini.co.id| Kriminalisme dan premanisme kelihatannya masih marak terjadi walau pun ditengah masa  pandemi covid-19 seperti saat ini.

Baru-baru ini telah terjadi suatu inseten penyiraman air keras (cuka parah) yang dilakukan oleh oknum yang tidak di kenal terhadap salah satu aktivis agraria Desa Campang Tiga Ulu Kabupaten OKU Timur Sumatera Selatan.

Akibat insiten tersebut,  korban penyiraman air keras terpaksa dilarikan ke Rumah Sakit untuk mendapatkan perawatan insentif karena sekujur tubuhnya mengalami cidera cukup parah.

Ketua umum Lintas Aktivis Antar Generasi Indonesia (LAAGI) Sukma Hidayat dan juga  tokoh aktivis Sumatera Selatan ini  mengecam atas tindakan kekerasan yang dilakukan pelaku penyiraman cuka parah tersebut.

Sukma mengatakan pelaku kekerasan penyiraman cuka parah (air keras) harus ditindak tegas jika perlu Polri tembak mati pelaku dan dalang yang menyuruh pelaku untuk melakukan tindakan kekerasan penyiraman cuka parah. Minggu, (21/06/2020)

Baca Juga :  Jacob Ereste : Klinik Hukum Merdeka Rumah Persalinan Kebersamaan  Beragam Aktivis

“Kami dari Lintas Aktivis Antara Generasi Indonesia meminta kepada pihak kepolisian untuk bertindak tegas jika perlu tembak mati bagi pelaku maupun dalang di balik insiten penyiraman cuka parah tersebut” tegasnya.

Lebih lanjut, Ia menambahkan, aksi-aksi kekerasan terhadap masyarakat dan juga aktivis adalah suatu tindakan yang biadab tanpa ada rasa keprimanusiaan sehingga sangat layak para pelaku jika ditembak mati. “Kami mendukung penuh pihak ke polisian untuk menembak mati pelaku dan otak yang menyuruh pelaku untuk melakukan tindak pidana kekerasan, karena selain aksi pelaku yang keji juga telah melanggar hak azasi manusia.” ungkapnya.

Baca Juga :  Presiden Jokowi Lantik 12 Duta Besar RI Untuk Negara Sahabat

“Hendaknya pihak kepolisian juga memeriksa perusahaan industri pembuatan cuka parah ( air keras ) dan mempertanyakan alur pendistribusian serta penjualan sehingga terjadi kontrol di dalam melakukan penjualan untuk menekan angka kriminalisasi agar tidak terjadi kembali penyalagunaan cuka parah (Air Keras).” ujarnya.

Harapan kami dari Lintas Aktivis Antar Generasi Indonesia (LAAGI) agar pihak kepolisian dapat segera menangkap dan menembak mati pelaku dan otak dari kekerasan tersebut. Jika diperlukan Pembunuhan Misterius (Petru ) seperti era tahun 70-80 terhadap preman dapat dilakukan kembali agar dapat mengurangi aksi premanisme dan menekan jumlah tindak pidana kekerasan. tutupnya (Danu/Beritaterkini)

Editor : Ivan

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *