Berita

*RR. Erni Yuli Handayani : Perempuan Indonesia Adalah Pelopor “Cerdas Pancasila”.*

Nara Sumber : RR. Erni Yuli Handayani, SH., SpN

JAKARTA, WWW.JARRAKPOSNTB.COM
Sejak dari dulu seorang wanita sudah menjadikan kodratnya berperan sebagai pelopor perubahan, Pola hidup masyarakat tempo dulu yang nomaden dengan kebiasaan para pria purba berburu di hutan dan perempuannya lebih memilih bercocok tanam sehingga menjadi pelopor pertanian dijamannya.

Demikian juga sebagai seorang ibu, perempuan dituntut berpikir untuk membuat tempat perteduhan bagi anak-anaknya sehingga mulailah para perempuan purba menjadi seorang Arsitek untuk diri dan keluarga kecilnya dengan merancang dan membangun rumah sederhana yang kemudian menjadi tempat tinggal anak dan keluarganya. Situasi dan kondisi alam dengan cuaca yg panas dinggin menimbulkan berbagai musim membuat wanita (naluri seorang Ibu) khuwatir pada keselamatan dan kesehatan Anaknya sehingga menuntut para wanita purba untuk berpikir cerdas, maka dibuatlah penutup badan anak dan keluarganya dari kulit binatang yang kemudian menjadi cikal bakal pakain sekarang.

Berdasarkan dari hal tersebut, maka sejak dahulu kaum wanita adalah sebagai pelopor perubahan dalam peradaban dan budaya masyarakat.

Gambaran kepeloporan perempuan tersebut diutarakan dengan gamblang dan fasih oleh Ketua Umum Satria Muda Andal Nusa (SAMMA) RR. Erni Yuli Handayani, SH., SpN., di ruang kerjanya, Kamis 10 September 2020.

Berlanjut ke era Kartini pun wanita tetap menjadi pelopor terang Erni, kepeloporan diera Kartini telah terjadi pergeseran paradigma bahwa perempuan tidak lagi bicara soal pakaian dan bercocok tanam, tapi bagaimana memperjuangkan emansipasi (kesetaraan) dengan kaum pria.

Seiring berjalannya waktu, gerakan emansipasi wanita terus berguli, Kesempatan demi kesempatan untuk lebih maju pun diraih oleh para perempuan.

Sampailah di zaman now yang merupakan zaman Digital, harapannya kepeloporan perempuan pun harus semakin nyata. “Tidak cukup hanya dengan memperjuangkan emansipasi wanita, tapi harus bisa mendorong tumbuhnya kecerdasan Intelektual terutama kecerdasan Pancasila dalam berbangsa dan bernegara yang akan diimplementasikan untuk seluruh anggota keluarganya,” ujar Erni.

Perempuan Bersama suami dan anaknya mengimplementasikan Kecerdasan Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara dibawah naungan NKRI, yang dimaksud Kecerdasan Pancasila adalah cerdas spiritual, intelektual, rasional, emosional, dan profesi. Bagi Erni, kaum perempuan—khususnya kaum Ibu, adalah manajer dalam keluarganya. “Dialah juru tengah dan penentu dalam keluarganya. Seorang Bapak bisa menjadi baik atau buruk, ditentukan oleh sang istri. Anak-anak bisa menjadi baik atau buruk, ditentukan oleh sang ibu,” urai wanita cantik kelahiran Purbalingga, 30 Juli 1967 ini.

Erni juga mengatakan, kita harus mendorong kaum wanita yang cerdas Pancasila mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari hari dengan cara mempelopori seluruh anggota keluarganya menjadi cerdas Pancasila. “Apabila seluruh anggota keluarga sudah cerdas Pancasila dan produktif maka keluarga tersebut akan sejahtera dan makmur apalagi ditambah Dengan keberpihakan kebijakan pemerintah kepada masyarakat terhadap persoalan pandemi Cobid-19 ini seperti contonnya berbagai bentuk dan jenis bantuan pemerintah, keberadaan negara dirasakan telah hadir ditengah keluarga secara otomatis akan menstimulus keluarga tersebut menjadi semakin cepat makmur dan sejahtera. Kumpulan dari keluarga-keluarga sejatera dan makmur merupakan gambaran lingkup masyarakat yang sejatera dan makmur pula secara keseluruhan. Dengan begitu, terwujudlah suatu masyarakat, adil, makmur, dan sejahtera,” tegas Pembina Yayasan UMKM Indonesia yang juga seorang Notaris dan PPAT ini.

Dirikan SAMMA

Berawal dari pemikiran demikian jugalah maka Erni mendirikan organisasi kemasyarakatan Satria Muda Andal Nusa (SAMAA) untuk menjadi alat perjuangan yang mendorong kepeloporan wanita beserta seluruh anggota keluarganya untuk menjadi cerdas Pancasila, menjadi keluarga yang berdaya, dan menjadi alat produksi negara untuk mewujudkan masyarakat adil, makmur, dan sejahtera, sebagaimana yang dicita-citakan the founding mothers dan the founding fathers kita,” jelas Ketua Komunitas Kerja Indonesia (KoKI) ini.

Dengan seorang perempuan menjadi pelopor cerdas Pancasila, maka akan terwujud keluarga yang tumbuh, hidup, dan berkembang secara optimal serta masa depan yang cemerlang. Selain itu, seorang perempuan dapat mewujudkan insan keluarga yang mampu mengelola berbagai potensi yang ada sehingga lebih optimal dan produktif bagi anggota keluarga, masyarakat, bangsa, dan negara.

Dengan begitu juga akan terwujud insan keluarga yang mampu menghadapi berbagai masalah yang merongrong tumbuh kembangnya keluarga secara maksimal sehingga membawa keluarga ikut berpartisipasi dalam pembangunan bangsa, bahkan perdamaian dunia.

Secara khusus Erni mengajak para perempuan Indonesia untuk berperan aktif dalam menciptakan Kecerdasan Pancasila. “Bukan hanya menjadi dasar negara, tapi Pancasila itu idealnya menjadi filosofi dasar dari tiap keluarga, masyarakat dan bangsa, dan perempuanlah yang harus menjadi pelopornya,” seru Erni.

Dimasa pandemi Covid -19 ini, Wanita lagi lagi menjadi Garda terdepan untuk mempelopori bangkitnya Ekonomi dan melaksanakan protokol kesehatan pasca pandemi Covid-19 dengan dilandasi kecerdasan Pancasila dengan dimulai dari keluarga kecilnya, perempuan harus tetap optimis walaupun dihadapkan dengan pandemik Covid karena kehidupan dalam keluarga kecil harus tetap bergerak dan beraktivitas tentunya menyesuaikan dengan situasi dan kondisi pandemi Covid-19 yaitu melaksanakan protokol kesehatan dengan konsisten dan tetap memperhatikan melaksanakan aturan-aturan pemerintah yg diberlakukan.

Dengan kejelian dalam menganalisa situasi Covid-19 perempuan yang memiliki kecerdasan Pancasila akan mampu menggali dan sekaligus memamfaatkan peluang usaha untuk tetap berusaha , produktif agar kesehatan dan ekomoni keluarganya tetap terjaga tentunya dengan aktivitas, gerak dan langkahnya menyesuaikan dengan situasi dan kondisi saat pandemi Covid-19 ini.

Akhir RR Erni Yuli Handayani yg biasa disapa Roro Handayani sangat Optimis bahwa dengan terciptanya Karakter Perempuan Indonesia yang menjadi invantor sebagai pelopor sejak jaman purba yg memiliki kecerdasan Pancasila akan mampu menjadi pribadi perempuan sebagai yang akan mempelopori keluarga kecilnya dengan penuh kesadaran. Seorang perempuan dengan tanggung jawab akan kodratnya sebagi pelopor akan spontan muncul dalam rumah tangga dangan sikap cerdas Pancasila , tentu harapannya bangsa Indonesia akan mejadi Maju walaupun dalam kondisi pandemi Covid-19 saat ini dan kaum perempuan Indonesia yang cerdas Pancasila akan mejadi panutan bagi generasi mendatang, Amin!
(Red/Aj)

Penulis : Boy Arsa

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
%d blogger menyukai ini: