19, Januari 2021

Berita Terkini

Bersama Membangun Bangsa-Kritis, Faktual dan Independen

Terduga Kelompok Sipil Bersenjata Bunuh Empat Orang Warga Desa Lemba Tongoa, Sigi Sulteng

2 min read

PALU, WWW.BERITATERKINI.CO.ID- Terduga kelompok sipil bersenjata membunuh empat orang warga di Desa Lemba Tongoa, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Jumat (27/11/2020).

Pos pelayanan Lewonu Lemba Tongoa mendapatkan serangan dari kelompok sipil bersenjata sekira pukul 08.00 Wita.

Dalam serangan itu, gedung Gereja Pos Pelayanan Lewonu Lembantongoa dibakar. Bahkan, enam rumah pun ikut dibakar.

Berdasarkan keterangan dari Sekretaris Desa Lemba Tongoa, Rifai mengungkapkan, keempat jenazah tersebut masih berada di lokasi kejadian dan belum di evakuasi.

“Dari informasi saya dapatkan ada empat orang. Itu mertua, anak, menantu,”seperti dikutip Antara.

Baca Juga :  HIMBAUAN POLRI

Informasi awal yang diterima redaksi dari pihak Kepolisian Resort (Polres) Sigi, saat ini Kapolres Sigi,AKBP. Yoga Priyahutama, SH.SIK.MH bersama sejumlah personil sedang melakukan pengecekan ditempat kejadian tersebut.

“Kapolres bersama anggota lagi ngecek,”tulisan melalui WA korban

Dari pihak Polres Sigi juga belum dapat memastikan bahwa adanya keempat orang warga itu dibunuh kelompok sipil bersenjata dan gereja dibakar serta enam rumah yang ikut terbakar.

Olehnya itu, Kapolres Sigi yang masih berada di tempat kejadian, sementara memastikan kebenaran informasi tersebut.

Senada dengan itu, Kasubdit Penmas Polda Sulteng, Kompol Sugeng Lestari juga menerangkan, untuk sekarang masih dilakukan pemeriksaan di lokasi kejadian di Desa Lembantongoa.

Baca Juga :  Hadiri Rapat Evaluasi, Pangdam XII/Tpr Bahas Satgas Desa Tangkal Covid-19

“Untuk sementara sedang dilakukan pengecekan ke lokasi kejadian, apabila ada perkembangan nanti di infokan,”ucapnya.

Sugeng mengatakan, personil gabungan yang telah berangkat sejak tadi sudah berada di tempat kejadian perkara (TKP), hanya saja dilokasi tersebut memakan waktu yang cukup lama dan kesulitan dalam mengakses jaringan.

“Personil gabungan masih ada di TKP, lokasinya cukup jauh dan tidak ada jaringan, sehingga belum diketahui perkembangannya,”tandasnya.(Red/AJ)

Penulis : Mujiwati

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *