27, Januari 2021

Berita Terkini

Bersama Membangun Bangsa-Kritis, Faktual dan Independen

Indonesia Cannot be a Mafia State

3 min read

by:
Prof. IP. Sudiarsa Boy Arsa, Ph.D (Guru Besar & Senior Partner Universal Institute of Professional Management)

WWW.BERITATERKINI.CO.ID- Jenderal Idham Azis (Kapolri) menegaskan; negara tidak boleh kalah dari ormas premanisme, dari penegasan Kapolri itu telah ditindaklanjuti oleh Kapolda Metro Jaya yang menyatakan “Kami akan Lakukan Penegakan Hukum Khususnya Ormas!”.

Ormas preman kurang lebih equivalent dengan kejahatan terorganisasi (organized crime).

KUHP Italia 1982 pasal 416-bis (Italian Penal Code 1982 Article 416-bis) mendeskripsikan “kejahatan terorganisasi (organized crime)” sebagai asiosiasi stabil yang mengeksploitasi kekuatan intimidasi (stable association that exploits the power of intimidation).

Contoh organisasi Kriminal semacam Camorra, Sicilian Mafia dan ’Ndrangheta memiliki struktur hierarki yang kompleks (complex hierarchical structure).

Dasar dasar struktur yang berbentuk piramida terdiri dari multitude grup yang sering disebut dengan “clans” yang setingkat dengan “Pengurus Cabang”. Merekalah yang mengontrol dan mengeksploitasi kekuatan intimidasi seperti penyiksaan, suap, drug smuggling, main riba dan prostitusi. Sementara itu “Clans” diorganisir oleh “mandamenti”.

Di puncak piramida ada kedudukan yang bernama “Cupola” yang setingkat dengan Komisi Daerah (Regional Commission). Cupola inilah yang menentukan kebijakan (policy) seperti membentuk aliansi, menyatakan perang, merilis serangan teroris (terrorist attack) atau membunuh politisi dan pejabat publik (public officials).

Baca Juga :  Audy Joinaldy : Bangkitkan Sawahlunto Warisan Dunia Unesco di Tengah Pandemi

Major feature (fitur utama) sebuah Organisasi Kriminal adalah kekuatan didalam mengintimidasi.

Biasanya mereka mempunya pasukan yang dilengkapi dengan senapan mesin (machine guns), peluncur RPG (RPG launchers), bahan peledak bertenaga tinggi (high-powered explosives), mobil lapis baja (armoured cars) dan sebagainya.

Saat periode parliamentary monarchy (1861–1921) berkuasa, Sicilian Mafia bertindak sebagai military force-nya penguasa.

Fungsi dan tugas Mereka adalah menghantam protes buruh & menghancurkan pembrontakan (revolts).

Partai Demokrat Kristen (Christian Democrats) telah diketahui berkolusi dengan banyak organisasi kriminal (criminal organization). Setelah dikalahkan oleh Koalisi Partai Komunis & Sosial (Socialist) dalam pemilu pasca fasisme (post-fascism) pada tanggal 20 April 1947.

Saat ratusan petani Sicilian merayakan kemenangan dengan parade “May Day” di Portella della Ginestra pada tanggal 01 Mei 1947 kelompok organisasi Kriminal menghujani parade dengan senapan mesin (machine-gun) dari balik bukit. Insiden itu telah menewaskan 11 orang dan 33 terluka parah.

“Sesungguhnya Penjahat Sejati (Real criminals) tidak akan pernah tunduk dan patuh dengan hukum yang diatur dalam sebuah negara sehingga mereka bertindak semena mena dan semau gue bahkan sampai melecehkan pemerintah.

Di Negara Rusia sang President Vladimir Putin tidak mau kecolongan dengan hal tersebut sehingga beliau introduksi draft peraturan untuk menghancurkan “vory v zakone” atau mafia dalam hukum (thieves in the law) yaitu para gembong pemimpin Organisasi Kriminal. Proposal Putin juga melarang acara kumpul-kumpul para bandit.

Baca Juga :  TAHAPAN TERTINGGI ADALAH MAKRIFAT

Indonesia sangat beruntung karena tidak ada Kejahatan terorganisir (Organized Crime) seperti di Italia, New York, Yakuza dan Chinese yaitu Green Gang (青帮).

Negara Indonesia dengan aset dan kekuatan militer dan kepolisiannya (with its military assets & police force,), tidak mungkin kalah dari organisasi kriminal semacam itu, Ini hanya masalah politikal will (It is a matter of Political Will).

Kejahatan terorganisasi (Organized crime) sangat berbahaya saat berkolusi dan berkolaborasi dengan partai politik, kalau hal ini terjadi Kepolisian akan kehilangan muka bila kalah dari Organisasi Kriminal.

Rakyat menginginkan hidup tentram, damai, adil dan makmur, karena itu Jangan biarkan Indonesia jatuh menjadi Negara Mafia (mafia state) atau kekejaman mafia (Mafia cracy) menguasai arena politik.

Sehingga embriio kejahatan terorganisir (embirio organized crime) tidak membesar seperti yg pernah terjadi pada negara Columbia yang dikuasi oleh seorang gembong dan pengedar Narkoba yaitu Pablo Emilio Escobar Gaviria. (Red/Aj)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *