BADUNG, beritaterkini.co.id | Memperingati puncak Hari Ulang Tahun (HUT) ke-2, Yayasan Dalem Gedong Ratih memperkenalkan produk Virgin Coconut Oil (VCO) Bali Dalem 35 di Sekretariat Yayasan Dalem Gedong Ratih, Jalan Raya Mambal Semana, Banjar Umahanyar, Mambal, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, Sabtu, 26 November 2022.

“Produk VCO terbuat dari berbagai jenis kelapa Bali yang ada di Bali sebagai wujud konsep Mekarya lan Meyadnya. Melalui launching produk VCO tersebut diharapkan mampu membangkitkan produksi olahan kelapa Bali serta mampu menjadi salah satu produk asli Bali yang bisa digunakan secara Nasional kedepannya,” kata Sang Meduwe Karya yang juga Ketua Yayasan Dalem Gedong Ratih, I Ketut Dharma Kresna Wijaya, S.E.,M.Sos.

Selain melaunching Virgin Coconut Oil (VCO) Bali Dalem 35, puncak peringatan HUT ke-2 diisi dengan pemotongan tumpeng oleh Ketua Yayasan Dalem Gedong Ratih, I Ketut Dharma Kresna Wijaya, S.E.,M.Sos.

Dalam kesempatan berbahagia ini, Kresna Wijaya mengucapkan banyak terima kasih kepada para pihak dan semeton yang sudah turut ikut serta berpartisipasi dalam rangkaian kegiatan perayaan HUT ke-2 Yayasan Dalem Gedong Ratih. Diharapkan, semoga kedepan tetap mampu memberikan hal terbaik dan mampu menyumbangkan sesuatu yang berguna bagi masyarakat Bali, pada khususnya dan Nasional pada umumnya.

Bahkan, pihaknya mengaku sangat berbangga, bahwa selaku Keluarga Besar Yayasan Dalem Gedong Ratih dapat menyelenggarakan rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-2 Yayasan Dalem Gedong Ratih melalui berbagai kegiatan seni, sosial, budaya dan keagamaan, yang salah satunya, melaksanakan kegiatan upacara Manusa Yadnya meliputi mepetik, metelubulanan, ngeraja sewala, ngeraja singa dan pewintenan serta metatah massal.

Meski sejatinya Yayasan Dalem Gedong Ratih sudah ada beraktivitas lebih dari 8 tahun, namun, diakuinya secara legal baru resmi berdiri sejak 2 tahun lalu, tepatnya 26 November 2020.

Secara legalitas, meski berusia masih muda, namun, pihaknya sudah berusaha untuk memberikan sumbangsih kepada masyarakat dan alam sebagai wujud ajaran Tri Hita Karana dengan mengusung motto dan semangat “Mekarya lan Meyadnya”. Hal ini diartikan sebagai wadah berkreasi, berkarya dan beraktivitas dengan tetap mengutamakan yadnya sebagai rasa bakti atas segala limpahan karunia Ida Sang Hyang Widhi Wasa dengan segala ciptaan-Nya.

Dalam mewujudkan konsep “Mekarya lan Meyadnya” tersebut diterjemahkan kedalam berbagai kegiatan nyata setiap tahunnya, diantaranya adalah bakti sosial, kegiatan upacara Dewa Yadnya, Manusa Yadnya, pertumbuhan ekonomi kreatif serta melakukan kegiatan pewacakan situs-situs, pewacakan pusaka dan pewacakan berbagai weton.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Kresna Wijaya berharap, kegiatan yang dirangkum kedalam suatu rangkaian perayaan HUT Yayasan Dalem Gedong Ratih, maka akan mampu membangkitkan semangat keinginan masyarakat untuk melakukan yadnya berdasarkan semua keberlimpahan yang sudah diberikan oleh Sang Pencipta. Dengan demikian, kegiatan ini mampu menciptakan keharmonisan antara buana agung dengan buana alit sebagai wujud ajaran Tri Hita Karana pada masyarakat Bali, pada khususnya dan Nasional pada umumnya.

Oleh karena itu, Kresna Wijaya berharap, dengan berbagai kegiatan tersebut mampu memberikan efek positif terhadap kehidupan adat dan keagamaan serta sosial dan alam.

“Rangkaian kegiatan HUT ke-2 Yayasan Dalem Gedong Ratih telah dilakukan, sejak 7 November 2022 dengan melakukan kegiatan pelatihan sangging didalam upacara metatah. Kemudian, dilanjutkan dengan kegiatan bakti sosial ke Obyek Wisata Alas Kedaton, Tabanan serta rangkaian kegiatan metatah, dimulai dari 23-24 November 2022 hingga pada puncak upacara HUT Yayasan Dalem Gedong Ratih, 26 November 2022 mendatang,” pungkasnya. (Surya).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here