Palembang ,Berita Terkini. Co. Id Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) menggelar Talk Show dengan Tema HMI Gaspol (Gagasan Politik Seasion I) moderator Ketua PWI Sumsel Dr H Firdaus Komar dengan Narasumber DR. H Heri Amalindo Bupati Pali,H.Ir Edy Santana Putra. DR H Joncik Muhamad, S.S.i SH.MH bertempat di Roka Cafe, Jumat malam (10/03/23).

“Salah satu Narasumber DR. Ir H. Heri Amalindo MM yang juga Bupati Penukal Abab Lintang Ilir (Pali) memiliki pandangan soal membangun Pemilu yang berkualitas kedepan hingga figur Calon Gubernur Sumatera Selatan,yang sependapat dan selaras untuk merangkul semua elemen masyarakat dalam membangun Sumsel kedepan lebih baik,”katanya.

” Kita lihat Pak Eddy kita harus lihat keberhasilan beliau di Kota Palembang, cuma itu tadi Sumsel ini bukan Palembang bae ada Kabupaten kota, kita ingin keberhasilan ini merata ke selaruh kabupaten kota, ” ujarnya.

” Ditanya apakah akan ada No 1 dan 2 di pilkada kedepan beliu mengatakan yang penting kito sama- sama membangun Sumsel, toh yang menjadi Gubernur Sumsel adalah orang Sumsel kawan kamu galo,”ungkapnya.

Yang susah dalam politik ini menurutnya soal money Politik, dirinya tidak memberikan uang tapi orang lain memberikan uang kepada masyarakat.

” Masyarakat kita sebagian besar masih seperti itu namun masih ada jugo yang melihat figur, ide, gagasan dan visi misi, mari kita berdoa agar kedepan Sumsel mendapatkan Pemimpin yang amanah,”katanya.

Terkait visi misi nya untuk menjadi Gubernur Sumsel Heri tidak mau berkomentar banyak,kalau visi misi dua hari dua malam idak sudah” Kata heri.

Di tanya terlihat kesiapan Heri untuk menjadi Gubernur telah siap, dia enggan mengatakan,”kagek dulu nah mancing mancing ini”canda nya.

Sedangkan ahli hukum tata negara dan pengamat politik Indonesia, Prof Dr. Refly Harun, S.H., M.H., LL.M menilai partai politik hari ini kadang-kadang berpikir kerdil seperti tidak boleh berbeda pendapat dengan ketua umumnya , tidak boleh berbeda pendapat dengan pejabat di daerahnya dan sebagainya.

“ Padahal dalam demokrasi perbedaan pendapat adalah vitamin , dengan perbedaan pendapat itulah yang membuat kita menjadi cerdas tapi saya tapi dalam birokrasi kepartaian kita yang sangat tdiak demokratis berat ada beda pendapat, maka saya urung masuk partai politik , biar kita diluar terus , kita menjalankan praktek pembagian kerja, saya tidak akan masuk gelanggang selama pemilu itu masih mahal , masing mengandalkan uang untuk memenangkan pertarungan jangan harap Refli Harun akan ikut pertarungan tersebut , hanya orang-orang yang berhati baja untuk masuk ke pertarungan itu,” katanya.

Karenanya agenda kedepan menurut Refli adalah memurahkan pemilu dengan melihat demokrasi bukan sekedar tujuan tapi alat tapi tujuan bernegara selama ini tidak pernah di pikirkan, karena itu memudahkan dan memurahkan pemilu merupakan salah satu yang saya dorong di tingkat atas.“ Yang menolak ide itu justru legislator sendiri, partai politik sendiri.”pungkasnya.(RZP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here