JAKARTA – BERITATERKINI.co.id – Partai Gerindra membela Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri dari tudingan Partai Demokrat, bahwa Megawati masih menyimpan dendam kepada Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), yang mengakibatkan Demokrat tidak mendapatkan jatah menteri dalam Kabinet Indonesia Maju.

Gerindra menegaskan jika sejak awal sikap politik Partai Demokrat tidak jelas, sehingga Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) gagal jadi menteri.

”Gagalnya AHY menempati posisi menteri bukan semata mata atas tuduhan kekecewaan Andi Arief yang mengatakan Ibu Mega dendam kesumat terhadap SBY hingga keturunannya. Tapi lebih pada komitmen Demokrat yang tidak tegas akan bergabung dengan koalisi parpol pengusung Joko Widodo,” terang Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono, Minggu, (27/10/2019).

Baca Juga :  Baru Menjabat Seumur Jagung, PA 212 Tantang Menag Fachrul Razi Mengundurkan Diri

Dia mencontohkan saat Idul Fitri lalu, SBY hanya mengutus AHY untuk melakukan silaturrahmi ke Megawati di Teuku Umar.

”Coba kalau lebaran Idulfitri, SBY yang lebih muda dari Ibu Mega datang silaturahmi ke Teuku Umar, sambil nenteng AHY pasti akan terlihat komitmen SBY untuk gabung ke koalisi, jangan cuma ngutus AHY waktu itu,” timpalnya.

Baca Juga :  KPK ; Perbaikan Pelayanan  Publik Dalam Rangka Pemberantasan Korupsi Melalui Implementasi Rekomendasi Kajian Tata Kelola Sistem Pemasyarakatan

Meski demikian Arief Poyuono percaya, dengan AHY tidak diajak untuk membantu pemerintahan Joko Widodo- Maruf Amin, justru sebagai kesempatan untuk AHY lebih dekat dengan rakyat dan belajar banyak tentang politik.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here