Oleh : Aswan Jaya (Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan)

MEDAN – BERITATERKINI.co.id – Sebagai kepala daerah sebaiknya berbicara berdasarkan data-data bukan berdasarkan asumsi-asumsi. Bahayanya lagi kalau berbicara dan memhakimi sesama pejabat negara berdasarkan laporan-laporan bawahan yang bersifat subjektif. Hal ini bisa jatuh ke fitnah.

Perseteruan yang terjadi antara Gubernur Sumut dan Bupati Tapteng merupakan peristiwa dan tontonan terburuk bagi masyarakat Sumut. Sebagai kepala daerah mereka belum memberikan keteladanan yang baik dalam berkomunikasi.

Baca Juga :  Pemkab Sergai Siapkan Lahan Khusus untuk Pemakaman Korban Covid-19

Masyarakat Sumut mengetahui dengan jelas bahwa baik gubernur dan beberapa kepala daerah belum bekerja dengan baik dan maksimal, sehingga kemiskinan terlihat dimana-mana, jalan nasih kopak kapik, sampah berserakan, korupsi merajalela, fasilitas publik dan pelayanannya masih buruk.

Bekerja sajalah kepala daerah dengan baik dan maksimal. Gak usah ribut dan saling tuduh tidak kerja. Sekali lagi perseteruan ini bukan keteladanan tetapi tontonan yang sangat buruk.

Baca Juga :  Ustad Abdul Somad Heran Cadar Mau Dilarang: Tapi Celana Sempit Dibiarkan!

Harapan masyarakat untuk segera keributan ini berhenti dan bekerjalah sebagai mana harapan masyarakat. Yang dibutuhkan masyarakat adalah kehadiran kepala daerah disetiap kesulitan mereka, disetiap kesusahan mereka.

(AM)

3 KOMENTAR

  1. … [Trackback]

    […] Read More here to that Topic: beritaterkini.co.id/2019/12/20/terkait-konflik-gubernur-sumut-dengan-bupati-tapteng-semestinya-kepala-daerah-memberikan-keteladanan/ […]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here