JAKARTABERITATERKINI.co.id – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimuljono mengatakan Presiden Joko Widodo mendadak mengunjungi Waduk Pluit untuk mengecek alat penanganan banjir beroperasi normal.

“Presiden tentunya ingin memastikan Waduk Pluit yang berfungsi sebagai tampungan sementara (polder) yang masuk dari Kali Cideng (termasuk Kali Pakin dan Kali Jelangkeng), anak Kali Ciliwung (Kali Besar) dan saluran drainase sekitarnya dapat beroperasi dengan normal,” ucap Basuki, Jumat (03/01/2020).

Waduk Pluit dilengkapi dengan pompa yang fungsi utamanya pada saat kondisi banjir dan pasang air laut (rob), di mana air akan dipompa dari Waduk Pluit ke laut. Basuki juga menjelaskan bahwa tampungan Waduk Pluit adalah 3,29 juta m3 yang dilengkapi dengan 3 rumah pompa berkapasitas total 49 m3/detik.

Baca Juga :  Tahun 2020, TNI AD Rekrut 17.264 Prajurit

“Daerah yang dilayani Waduk Pluit seluas 2.080 hektare, termasuk di dalamnya pusat kegiatan ekonomi dan pemerintahan (Monas, Pasar Baru, Mangga Dua, Duri, Kota, dll). Waduk Pluit menjadi bagian sistem tata air pada kawasan sekitar Istana,” jelasnya.

Masih dari keterangan Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden, pengoperasian Waduk Pluit berada di bawah tanggung jawab Pemprov DKI Jakarta. Waduk Pluit selesai dibangun pada 1973, sedangkan pompanya mulai dibangun pada 1978 dan selesai pada 1984. Adapun rehabilitasi terakhir selesai dilaksanakan pada 2014.

Baca Juga :  Tahun Baru Imlek 2020, Pimpinan JBM Group Ajak Masyarakat Rawat Keberagaman

Jokowi sempat berdialog dengan salah seorang petugas yang berada di lokasi sembari berkeliling rumah pompa. Jokowi memastikan kondisi mesin pompa dalam keadaan baik.

3 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here