27, Februari 2020
Ekonomi

Kisah Pilu Petani Garam di Madura, 2.600 Ton Garam Tak Laku

MADURA – BERITATERKINI.co.id – Tahun ini menjadi tahun yang memilukan bagi para petambak garam, termasuk di Madura. Bahkan ada salah satu petani yang mengaku jika ada sekitar 2.600 ton garam miliknya yang sampai saat ini belum laku.

Padahal kualitas garam tersebut mencapai 97,3 NaCL, dan sudah memenuhi syarat untuk digunakan bagi berbagai kegiatan industri.

“Saya ada 20 hektare (ha) lahan. Stok garam yang tidak terjual 2.600 ton,” kata Ismutajap belum lama ini.

Baca Juga :  Bersama WMD, Pemkot Denpasar Sukses Cetak 5% Pengusaha Muda

Menurut dia, sejak tahun 2018 lalu, garam miliknya hanya disimpan di gudang karena tidak ada yang mau membeli. Padahal kata dia, biasanya baik perseorangan maupun dari perusahaan selalu membeli garam yang ia produksi.

“Saya jual dikit untuk biaya pegawai buruhnya ada sekitar 20 orang. Untuk biaya makan mereka,” tuturnya.

Dulu kata dia, eks Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti pernah melaksanakan panen raya di tambak miliknya.

Bahkan tegas dia, Susi juga memberikan sejumlah petunjuk kepada para petani garam agar bisa melakukan kegiatan produksi dengan kualitas yang sangat baik. Namun demikian diakui dia, dirinya dan sejumlah petani lain tetap kesulitan menjual hasil garam.

Baca Juga :  Ibu Kota Dikepung Banjir, KADIN: Aktifitas Ekonomi Lumpuh Total!

“Waktu itu kebetulan Bu Susi panen garam di tempat saya. Tempat panen raya ternyata menemukan. Bu Susi panen raya di tambak saya dan itu menjadi ide Bu Susi untuk membantu petani garam yang lain supaya bisa membuat seperti ini. Sudah dilaksanakan, orang sudah terbantu oleh Bu Susi,” jelasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *