1, Maret 2021

Berita Terkini

Bersama Membangun Bangsa-Kritis, Faktual dan Independen

SAGA Creative Hub dan Japnas Buka Diskusi Ekonomi Kreatif Bersama Sandiaga Uno

3 min read

Beritaterkini.com Kabupaten Karo – Pandemi belum berakhir, upaya yang dilakukan oleh Pemerintah dalam menekan angka penularan Covid-19 yang disisi lain juga melakukan upaya pemulihan ekonomi, belum membuahkan hasil yang membahagiakan. Bahkan diakui oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, kebijakan Adaptasi Kebiasaan Baru selama ini justru memperlambat pemulihan ekonomi dan meningkatkan angka penularan Covid yang signifikan pasca libur Natal dan Tahun Baru yang lalu.

Disisi lain, Ekonomi Kreatif merupakan salah satu yang diandalkan dalam pemulihan ekonomi nasional di masa pandemi ini. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia Sandiaga Uno menerangkan bahwa Ekonomi Kreatif akan ada kenaikan 2% sampai 3% dari jumlah lapangan pekerjaan. Untuk sektor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang berdampingan dengan kita akan mulai memasarkan satu pariwisata era baru yaitu pariwisata yang lebih berkualitas dan berkelanjutan.

“Jadi kita tidak lagi mengejar jumlah secara kuantitas tapi kita mencoba akan membidik oendekatan pariwisata yang berbasis lenght of stay atau jumlah hari tinggalnya, dan keberlanjutan dampak terhadap lingkungan hidup dan juga dari segi pengeluarannya atau dampak terhadap ekonomi khususnya ekonomi setempat”, ujar Menparekraf.

Sandi Uno menambahkan, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif akan menggunakan Big Data. Gercep, Gerak Cepat. Geber, Gerak Bersama. dan Gaspol, Garap semua potensi untuk bertahan dan terus bergerak untuk menciptakan lapangan kerja. Kami mendorong para pegiat Pariwisata dan Ekonomi Kreatif untuk bangkit. Kita mulai dari pelatihan, kita juga akan berikan sertifikasi CHSE. Clean, Healthy, Safety, and Environment Sustainability, termasuk pendampingannya.

Baca Juga :  Kanwil DJP Bali Lampui Target Penerimaan Pajak Nasional 2019

Syahrul Akbar selaku Founder SAGA Creative Hub menyebutkan bahwa Creative Hub dianggap perlu ada disetiap daerah berkembang dikarenakan pentingnya keselarasan antara pembangunan Infrastruktur dengan pembangunan Manusianya. Dalam hal ini, apabila pembangunan infrastruktur di kawasan wisata tidak diimbangi dengan kecakapan pelayanan (hospitality) dan adaptasi terhadap teknologi oleh masyarakat di kawasan tersebut, ini akan menjadi hal yang sia-sia.

“Umumnya Creative Hub tidak sekedar menjadi workspace, melainkan menjadi Ekosistem bagi para pelaku kreatif itu sendiri. Sehingga ini akan menciptakan kemandirian masyarakat sebab secara tidak langsung  Creative Hub dapat menjadi Network Collaborator serta Incubator bagi setiap membernya”, Kata Syahrul. Disamping itu, Creative Hub juga dapat dimanfaatkan sebagai one stop solution bagi para pelaku usaha dan ekonomi kreatif. Mulai dari menyediakan kelas Pendidikan Soft-Skill, Pembuatan Izin Usaha, hingga Penyediaan Tempat Kerja atau biasa disebut Coworking Space.

Pendidikan Soft-Skill itu sendiri dirasa sangat penting khususnya dalam menunjang pertumbuhan ekonomi kreatif. Sebab dari situlah lahir talent-talent baru di Industri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Misalnya Tour Leader lahir dari pendidikan Public

Speaking Class & English Class. Developer dan Web Design handal lahir dari pendidikan Web Development Class, dan lain sebagainya. “Sebab apabila kontennya sudah bagus, namun tidak dibarengi dengan packaging yang bagus, wisatawan tidak akan tertarik. Itu sebabnya perlu talent yang handal untuk mem-package setiap potensi Wisata yang ada”, tegas Syahrul.

Namun disisi lain, Pendidikan Soft-Skill ini masih belum dilirik dan belum menjadi primadona. Padahal dari sini justru melahirkan SDM yang lebih siap kerja dibandingkan dari lulusan pendidikan formal. Terbukti oleh data bahwa banyak Sarjana kita yang masih berstatus Sarjana Pengangguran (S. Pg). Dalam hal ini, Orang tua juga turut beperan penting untuk kesadaran terhadap pentingnya memiliki kemampuan soft-skill.

Baca Juga :  OSI Sumbar Sambut Baik Komunikasi Positif Audy dengan Sandiaga Uno

Syahrul bercerita, berdasarkan pengalaman SAGA Creative Hub sebagai salah satu Creative Hub yang telah menjalankan Soft-Skill School, setiap workshop yang diadakan berkaitan tentang peningkatan kapasitas SDM, misalnya workshop Design, selalu ramai peserta. Tetapi ketika masuk tahap Bootcamp, yang sudah mulai berbayar, selalu sepi peminat. Mulai dari alasan tidak mendapat izin orang tua hingga tidak memiliki uang untuk mengikuti kelas Bootcamp tersebut.

“Ini akibat pemikiran yang masih beranggapan ‘Lebih penting Gelar dari pada keahlian’. Padahal pemikiran ini justru berbahaya bagi tujuan kemajuan dan pembangunan. Akhirnya mereka dihadapkan oleh pilihan ‘TITLE or SKILL’. Berinvestasi pada gelar, atau pada keahlian”, tegas Syahrul.

Dengan kehadiran Pemerintah untuk mendorong Creative Hub, stimulus peningkatan Sumber Daya Manusia bagi Industri Pariwisata dan Ekraf dapat dialokasikan pada peningkatan kemampuan Soft-Skill tersebut. Dengan begitu diharapkan tercipta kemandiran Masyarakat serta menciptakan Masyarakat yang produktif. Pada akhirnya, Creative Hub sebagai wadahnya juga dapat mandiri oleh siklus yang terbangun oleh Ekosistem yang ada. (Hefrizal)

1 thought on “SAGA Creative Hub dan Japnas Buka Diskusi Ekonomi Kreatif Bersama Sandiaga Uno

  1. Hobi bermain slot online, Tenang Bola165 mempunyai promo Welcome cashback 100% Dengan syarat TANPA TO,
    dan anda bisa mencoba meraih kemenangan anda di kesempatan kedua,
    cek promosi bisa disini: biolinky.co/promobola165

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *